Tindak Bekingan Truk Tanah di Tangsel, Polisi dan Dishub Harus Kompak

  • Whatsapp
Kanit Lantas Polres Tangsel, Iptu Dadhy Arsya

INDOPOLITIKA.COM – Polres dan Dinas Perhubungan Kota Tangsel harus kompak dalam menindak dan menilang sopir truk tanah yang diduga ada “bekinganya. Pasalnya, dengan kewenangan penilangan terbatas, Dishub tidak bisa gegabah menindak sopir-sopir nakal ini.

“Dishub tidak berwenang melakukan penilangan selain di jembata timbang dan terminal. Tidak bisa gegabah. Karena itu, saya minta Dishub Tangsel agar berkordinasi dengam kepolisian saat mau terjun ke lapangan. Kita pasti akan kerjasama,” tegas Kanit Lantas Polres Tangsel, Iptu Dadhy Arsya, saat dimintai komentarnya terkait adanya dugaan intimidasi petugas Dishub saat turun menertibkan truk di Bintaro, sebelumnya.

Baca Juga:

Hal sama disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangsel, Purnama Wijaya. Menurut dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian saat akan menindak truk besar ini nanti, jika revisi Perwal pembatasan jam operasioanal truk sudah disahkan.

“Kita akan kerjasama dengan pihak kepolisian tentunya dalam penindakan. Secara aturan memang, Dishub tidak berhak menilang apalagi menangkap,” tandasnya.

Sementara soal intimidasi yang dirasakan petugas lapangan saat menindak truk tanah dan sebagainya, Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan jika itu sudah menjadi resiko pekerjaan. Petugas lapangan dalam menjalankan tugas, lanjut dia, harus menerima apapun itu. “Memang itu sudah resiko pekerjaan namanya,”

Menurut Benyamin, setiap tugas selalu ada tantangan tersendiri. Bukan saja anggota Dinas Perhubungan, petugas lainnya di lingkungan Pemkot Tangsel juga memiliki risiko.

“Namun saya tekankan kepada teman-teman saya untuk terus menegakan peraturan daerah. Karena tentang ketentraman dan ketertiban ketika masyarakat merasa terganggu, tentu kita lakukan penindakan,” tegasnya.{asa}

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *