Tinggal di Pedalaman Thailand, Chenci Tergiur Rp 14 Juta Selundupkan Sabu

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Kasat Narkoba Polres Tangsel, Iptu Edy Suprayitno mengatakan, kurir Shabu asal Thailand, Chencira Aehitanon (21) merupakan jaringan internasional.

Dikatakan Edy, Chencira terpaksa melakukan penyelundupan sabu tersebut karena faktor ekonomi. “Upahnya besar sekitar 30 ribu Bath atau sekitar Rp 14 juta, karena dia orang yang benar-benar tinggal di pedalaman. Dengan upah segitu, di sana sangat besar sekali. Bapaknya ini petani kerjanya,” ucapnya, di Mapolres Tangsel, Kamis, (31/10/2019).

Baca Juga:

Lanjut Edy, dari pengakuan tersangka dan hasil penyelidikan, tersangka yang sudah tiba di Indonesia ini akan menunggu perintah dari Thailand untuk memberikan shabu yang dibawanya.

“Tersangka ini hanya tinggal menunggu perintah di Thailand. Jadi yang mengendalikan di Thailand dan akan berkomunikasi dengan orang Thailand yang tinggal di Indonesia. Jaringan internasional ini,” papar Edy.

Sebelumya diberitakan, Chencira Aehitanon (21) kedapatan menyimpan 300 gram sabu yang sudah dibungkus kondom di kemaluanya selama tiga jam. Hal itu terpaksa dilakukan sembari menunggu orang yang akan mengambil barang haram itu, setelah ada perintah dari seseorang di Thailand.

“Sebelumnya kita ngamanin juga tersangka di Tangerang dengan kasus sabu. Baru kami lakukan pengembangan dan mengarah ke warga Thailand ini,” ujarnya.

Menurut Edy saat dilakukan penggerebekan di hotel tersebut, tersangka sudah mengeluarkan barang bukti sabu seberat 287,3 gram dari kelaminnya. Dan jika dirupiahkan, shabu tersebut senilai Rp 500 juta.

“Tersangka ini saat dilakukan penangkapan sendiri. Dan baru mengeluarkan barang itu dari kelaminnya di kamar mandi hotel. Jadi shabu yang dimasukan ke kelaminnya ini dibungkus dahulu kondom dan sudah bertahan selama tiga jam,” terangnya.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *