Nasional

Tinjau Lokasi Karhutla, Kapolri dan Panglima TNI Berangkat ke Riau

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengunjungi Pelalawan, Riau, untuk meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Rencana sore hari ini keberangkatan panglima TNI dan kapolri langsung ke Riau untuk besok memberikan pengarahan kepada satgas karhutla, meninjau lokasi pemadaman karhutla di kabupaten pelalawan Riau dan mengendalikan proses mitigasi dan pemadaman kebakaran hutan,” ujar Dedi di kantornya, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/8/2019)

Dedi menyebut alasan kunjungan Kapolri ke Riau merupakan sasaran utama yang cukup masif terjadinya Karhutla dibanding daerah lain seperti Kalteng dan Kaltim.

“Riau saat ini memang menjadi sasaran utama selain 7 polda yang lain. Di sana cukup masif dan luas terjadi karhutla. Kalau di kalteng maupun kalbar dari titik hotspot memang ada peningkatan tapi lebih banyak kecil-kecil,”ucapnya.

Dedi melanjutkan, kasus Karhutla di Riau saat ini sudah ada tersangkanya, termasuk adanya koorporasi yang terlibat.

“Kalau di Riau sudah ada korporasi sebagai tersangka. Walaupun dalam hal ini kelalaiannya dia jadi lahan yang sekian ribu hektar itu dibiarkan, tidak diawasi, tidak dirawat, sehingga terjadi kebakaran,” papar Dedi.

Karhutla yang terjadi di Riau sudah berlangsung selama satu bulan. Menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terdapat 156 titik panas di Riau, paling banyak di Pelalawan yakni 40 titik. Kemudian di Siak 29 titik, Rokan Hilir 24 titik, Indragiri Hilir 21 titik, Indragiri Hulu 15 titik, Kepulauan Meranti dan Bengkalis masing-masing 7 titik, Kampar 6 titik, serta Kuantan Singingi dan Dumai masing-masing 2 titik.

Dari jumlah tersebut, ada 116 yang teridentifikasi sebagai titik api. Paling banyak di Pelalawan dengan 28 titik, kemudian Siak 22 titik, Indragiri Hilir 19 titik, dan Rokan Hilir 15 titik.

“Upaya pemadaman sudah dilakukan Satgas Karhutla. Pemadaman tim darat, dan tim udara lewat water bombing juga dilakukan. Namun kebakaran masih tetap berlangsung dan menimbulkan asap yang mengganggu kondisi alam sekitar dan warga,” tutup Dedi.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Close
Close