Tiongkok Ada di Belakang Partai Berkuasa Kamboja

  • Whatsapp

Jakarta: Wakil Presiden partai oposisi Kamboja, Cambodian National Rescue Party (CNRP) Mu Sochua mengatakan bahwa selama ini Tiongkok berada di belakang partai berkuasa Cambodian People’s Party (CPP).

“Tiongkok memang benar berada di belakang partai Hun Sen. Mereka membantu partai tersebut, di samping juga memiliki sejumlah proyek di Kamboja,” kata Sochua kepada awak media di Hotel Le Meridien, Jakarta, Senin 30 Juli 2018.

Muat Lebih

“Tidak heran karena memang Tiongkok memiliki sejumlah proyek dengan pemerintah Kamboja. Namun kami sangat menyesalkan bahwa tidak ada demokrasi di negara kami,” lanjut dia.

Sejak 1994, investasi besar-besaran memang dibangun Tiongkok bekerja sama dengan Kamboja, terutama di empat sektor yaitu agrikultur dan agro-industri, industri, infrastruktur dan juga pariwisata.

Di samping itu, Sochua mengatakan, kehadirannya di Indonesia untuk menggalang dukungan dari sejumlah organisasi untuk memperjuangkan demokrasi dan juga keadilan bagi Kamboja.

Sochua tak datang sendiri. Monovithya Kem, putri dari pemimpin CNRP, Kem Sokha yang kini sedang dipenjara pun turut hadir menentang kemenangan dari partai CPP.

CNRP meraup suara yang cukup tipis dengan CPP saat pemilu 2013. Partai ini lantas dibubarkan oleh Mahkamah Agung pada tahun lalu dan sebagian anggota parlemen dari CNRP dilarang berpolitik selama lima tahun.

Sejumlah pimpinan CNRP diketahui mengasingkan diri ke luar negeri sementara ketua partai, Kem Sokha, dipenjara sejak September 2017 dengan tuduhan kasus pengkhianatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *