Internasional

Tiongkok Bangun Pangkalan Militer di Afghanistan

Pasukan perempuan Tiongkok menjadi salah satu kekuatan militer Negeri Tirai Bambu (Foto: AFP).

Kabul: Tiongkok akan membangun pangkalan militer pertamanya di Afghanistan. Basis ini dibangun bagi ratusan tentara yang melaksanakan misi pelatihan anti-terorisme di seberang perbatasan dari wilayah Xinjiang barat.
 
Pangkalan itu akan menjadi situs kedua di luar negeri untuk militer Tiongkok yang semakin aktif. Sebelumnya pangkalan militer Tiongkok yang pertama dibangun setahun lalu di Djibouti di Tanduk Afrika.
 
"Sekitar 500 tentara hendak ditempatkan di markas pelatihan mitra Afghanistan di Koridor Wakhan yang terpencil di provinsi timur laut Badakhshan," lapor South China Morning Post.
 
Laporan, yang ditepis pemerintah Tiongkok, menyatakan pekerjaan sudah dimulai di situs tersebut.
 
Tiongkok sejak lama khawatir ketidakstabilan di Afghanistan bisa meluas ke Xinjiang. Gejolak itu bisa merusak rencana ekonomi untuk Jalur Sutra abad ke-21 di wilayah yang lebih luas.
 
Beijing sudah dituduh melakukan tindakan keras terhadap minoritas Muslim Uighur Xinjiang. Namun mengatakan pihaknya sedang menangani kekerasan militan. Ratusan orang tewas dalam kekerasan itu.
 
Negeri Tirai Bambu terutama mengkhawatirkan warga negara Tiongkok, termasuk militan separatis dari warga Uighur Xinjiang, bertempur dan berlatih di Afghanistan. Afghanistan juga merupakan hunian bagi ratusan pejuang yang setia kepada kelompok Islamic State (ISIS), yang sebelumnya berjanji bahwa "genangan darah akan mengalir di sungai-sungai" Tiongkok.
 
"Pembangunan pangkalan telah dimulai, dan Tiongkok akan mengirim setidaknya satu batalion pasukan, bersama senjata dan peralatan, buat ditempatkan di sana dan memberikan pelatihan kepada mitra Afghanistan mereka," kata satu sumber kepada South China Morning Post, seperti dikutip dari Telegraph, Kamis 30 Agustus 2018.
 
Sebuah kantor berita Rusia melaporkan awal tahun ini bahwa Beijing akan mendanai pangkalan baru di Badakhshan setelah kedua negara sepakat bekerja sama memerangi terorisme. Foto-foto yang ditujukan menggambarkan truk-truk militer Tiongkok di dalam koridor muncul pada akhir 2016.
 
Ketika pemerintah Kabul dipimpin Presiden Ashraf Ghani terus kehilangan kekuatannya terhadap pemberontakan Taliban yang kuat, Tiongkok juga khawatir para militan yang bersembunyi di negara itu akan mengancam ambisi ekonominya.
 
Sebuah laporan bulan lalu dari Dewan Hubungan Luar Negeri Eropa mengatakan ketakutan Tiongkok adalah serangan oleh kelompok-kelompok seperti ISIS pada proyek-proyek ekonominya di Pakistan dan Asia Tengah.
 
Tiongkok diperkirakan semakin memperkuat kehadiran militernya di kawasan itu dengan membangun pusat logistik angkatan laut di pelabuhan Gwadar, Pakistan, yang baru.
 
Pelabuhan yang dibangun dengan investasi Tiongkok dalam jumlah besar merupakan batu pijakan dari rencana regionalnya dan akan memberi negara itu akses ke Laut Arab dan Samudra Hindia. Tiongkok hendak mengontrol pelabuhan sampai tahun 2059 ketika itu diubah menjadi pangkalan angkatan laut kedua Pakistan.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close