Internasional

Tiongkok Butuh Rp2.139 Triliun untuk Bersihkan Sungai

Sungai di Tiongkok yang tercemar. (Foto: Google).

Beijing: Pemerintah Tiongkok membutuhkan lebih dari 1 triliun yuan atau sekitar Rp2.139 triliun untuk membangun jaringan pipa air limbah di sungai-sungai.

Direktur Departemen Air di Kementerian Ekologi dan Lingkungan mengatakan pemerintah perlu membangun saluran pipa air limbah sepanjang 400 ribu kilometer untuk menangani hal tersebut.

"Namun, biaya per kilometer mencapai 3 juta yuan. Karenanya, pemerintah perlu menaikkan harga air untuk menutupinya," ungkap dia dilansir dari laman The Bussiness Times, Kamis, 26 Juli 2018.

Zhang mengungkapkan sulit untuk optimistis pada awalnya. Pasalnya, masalah pembiayaan dan kepatuhan masyarakat di tingkat lokal untuk pembersihan sulit dilakukan.

"Bahkan beberapa pemerintah lokal percaya memperbaiki lingkungan dapat membahayakan ekonomi. Mereka selalu mengeluh tidak punya uang untuk mengobati polusi," tukasnya.

Meski demikian, pihaknya berusaha untuk memberikan pengertian bahwa memperbaiki lingkungan dapat menarik lebih banyak properti dan investasi masuk di wilayah itu.

Air perkotaan di Beijing sangat tercemar dan berbau busuk. Karenanya masyarakat menggunakan istilah air hitam dan berbau untuk sungai-sungai di sana.

Tiongkok merupakan negara dengan polusi tertinggi di dunia. Namun, sejak 2015, negara ini berusaha untuk mengubahnya dengan melakukan berbagai program.

Tujuannya, agar pada 2020, air hitam dan bau di negara tersebut berkurang paling tidak 10 persen dari sebelumnya.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close