Internasional

Tiongkok Respons Tuduhan Penahanan 1 Juta Uighur di Xinjiang

Polisi berpatroli di Xinjiang, Tiongkok, 25 Juni 2017. (Foto: AFP/JOHANNES EISELE)

Xinjiang: Media pemerintah Tiongkok membela diri atas "kontrol ketat" terhadap pergerakan warga di Xinjiang. Pembelaan dilakukan usai Tiongkok dituduh telah menahan sekitar 1 juta etnis Uighur di sejumlah kamp politik di Xinjiang. 

Jumat kemarin, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengaku menerima laporan kredibel bahwa ada 1 juta etnis Uighurs dipenjara di Xinjiang. Laporan penyebutkan penahanan itu dilakukan tanpa melalui proses hukum.

Baca: PBB Duga Tiongkok Tahan 1 Juta Etnis Uighur di Kamp Politik

Surat kabar nasional Tiongkok, Global Times, merespons tuduhan lewat editorial berbahasa Inggris dan Mandarin pada Senin 13 Agustus 2018. 

Isi artikel mengkritik campur tangan Barat dan membela kebijakan pemerintah di Xinjiang. Menurut Tiongkok, kekerasan etnis dan ancaman terorisme di Xinjiang telah mendorong dilakukannya operasi keamanan serta militerisasi.

Tahun lalu, 21 persen dari semua penangkapan di Tiongkok terjadi di Xinjiang, sebuah wilayah yang menyumbang sekitar 1,5 persen dari total populasi negara. Data dirilis oleh kelompok advokasi Pembela Hak Asasi Manusia Tiongkok (CHRD). 

Sejumlah kritikus menilai kontrol atas ekspresi beragama dan berbudaya di Xinjiang meningkat sejak 2016 di bawah Sekretaris Partai Komunis di kawasan itu, Chen Quanguo.

"Tidak ada keraguan bahwa kontrol intensif berkontribusi terhadap perdamaian di Xinjiang hari ini. Ini adalah tahap penting yang membimbing (Xinjiang) menuju kedamaian dan kemakmuran, dan (kontrol intensif) ini tidak akan berlangsung lama," tulis artikel di Global Times.

Uighur adalah etnis minoritas Muslim yang sebagian besar tinggal di provinsi Xinjiang. Jumlah Uighur di Xinjiang berkisar 45 persen dari total populasi di sana.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close