Tjahjo : Masyarakat Indonesia Harusnya Tiru Masyarakat Korea Utara

  • Whatsapp
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, saat memberikan keterangan kepada pers, Kamis (3/10).

INDOPOLITIKA.COM- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta masyarakat Indonesia mencontoh masyarakat Korea Utara. Kata dia, Masyarakat Korea Utara sangat menghormati pemimpinnya.

“Kita ikutlah negara kecil, misal Korut (Korea Utara). Orang dari (anak) kecil sampai orang tua begitu hormat dengan pendiri negara, terhadap ideologi negara. Nah, negara kita kan negara yang berideologi Pancasila,” ujar Tjahjo di gedung Kementerian Pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Kamis (12/1/2017).

Baca Juga:

Tjahyo berencana akan mewajibkan pelatihan bela negara bagi masyrakat. Gunanya, biar masyarakat menghormati pemimpin dan berpegang teguh pada nilai- nilai Pancasila.

“Peserta yang ikut wajib militer, ikut pendidikan bela negara, harus dipisah, (bela negara) tidak otomatis harus wamil, bedakan, ini ada proses seleksi. Orang masuk Lemhanas kan juga ada proses seleksinya, orang maju DPR juga ada seleksinya,” paparnya.

Tjahjo mengatakan seperti ini karena merasa prihatin atas keadaan bangsa Indonesia belakangan ini. Masyarakat dinilai terlalu berani melawan pemerintah. Bahkan kata dia sampai melakukan penghinaan kepada pemerintah.

Untuk itu, Tjahjo beranggapan sudah saatnya disetiap sekolah sampai dengan perguruan tinggi pelajaran bela negara masuk dalam kurikulum pendidikan.

“Tapi yang penting, sekolah, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi itu harus ada kurikulum bela negara, mengenai Pancasila. Kalau tidak, nanti 100 tahun lagi orang ditanya apa Pancasila, siapa pendiri republik ini, mereka tidak tahu kan repot,” sambungnya.

Tjahjo mempersilahkan masyarakat melakukan kritik kepada pemerintah. Tapi Kritik itu sifatnya membangun bukannya menghina dan menjatuhkan pemerintah.

“Orang yang sudah ikut bela negara boleh ikut mengkritik, silakan. Mengkritik pemerintah silakan, tapi jangan menghina pemerintah. Anda boleh mengkritik pemerintah, lah saya sebagai pembantu presiden ya tidak boleh. Kalau ada yang menghina presiden saya, ya akan saya lawan. Tapi kalau mengkritik, memberi saran, ya boleh-boleh saja,” katanya.(pit)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *