Tok! Senayan Tandatangani 3 Draf RUU Pemekaran Papua, Rekrutmen ASN Baru Diminta Utamakan OPA

Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia menandatangani RUU Pemekaran Papua/net

INDOPOLITIKA.COM – Komisi II DPR RI menyepakati pemekaran tiga wilayah Papua ditindaklanjuti, menyusul pembahasan tingkat pertama disetujui kalangan legislator.

Ketiga RUU itu terdiri dari RUU Papua Selatan, RUU Papua Tengah, dan RUU Papua Pegunungan. Menyusul ditandatanganinya RUU tersebut, pengisian formasi aparatur sipil negara (ASN) diutamakan berasal dari orang Papua asli (OPA). Sekitra 80 persen formasinya diisi OPA dan sisanya orang asing Papua.

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia mengatakan, selain tiga draf RUU pemekaran, ditandatangani pula peta wilayah dari ketiga daerah pemekaran.

“Dengan ditandatanganinya draf RUU pemekaran Papua, diharapkan mempercepat roda pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat Papua,” kata Ahmad Doli Kurnia, di gedung parlemen Senayan, kemarin.

Dengan pemekaran ini, lanjut Doli, terjadi pemerataan pembangunan di Provinsi Papua. Ini adalah jalan baru dalam menyelesaikan semua masalah Papua.

“Kita berharap Papua tidak terpisahkan dari NKRI, sejahtera, dan maju seperti daerah-daerah lain. Kita ingin Papua cepat dalam proses kemajuan pembangunannya,” papar Doli.

Usulan pemekaran ini sebetulnya sudah lama digagas oleh para kepala daerah, salah satunya Gubernur Papua Lukas Enembe.

“Secara ide dan gagasan pemekaran tiga daerah Papua ini cukup lama. Kita sudah memperjuangkan pemekaran di selatan itu sejak 2002. Artinya, sudah 20 tahun yang lalu. Dari dokumen yang kita baca, sebenarnya aspirasi tentang pemekaran ini muncul dari beberapa kepala daerah termasuk Pak Gubernur Lukas Enembe yang pernah menjadi Ketua Asosiasi Kepala Daerah. Dia pernah menyampaikan aspirasi pemekaran Papua,” ungkap Doli. [Red]

 

 


Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.