Internasional

Tokoh Sayap Kanan Memimpin di Pemilu Brasil

Para pendukung Jair Bolsonaro melakukan pawai di Brasilia, Brasil. (Foto: AFP/EVARISTO SA

Rio de Janeiro: Warga Brasil beramai-ramai bergerak menuju tempat pemungutan suara pada Minggu 7 Oktober 2018 guna memilih presiden baru. Politikus sayap kanan yang menjanjikan tindakan keras terhadap gelombang kekerasan, Jair Bolsonaro, untuk sementara unggul dalam berbagai survei.

Sejumlah survei menunjukkan mantan penerjun payung berusia 63 tahun itu kemungkinan unggul di banyak wilayah Brasil. Ia telah berjanji akan memangkas besar-besaran utang negara melalui privatisasi dan juga merangkul Amerika Serikat serta Israel. 

Tapi banyak juga dari total 147 juta pemilih yang menolak Bosonaro, yang dikenal karena komentar ofensif terhadap perempuan, kaum gay, dan masyarakat miskin.

Jika Bolsonaro mendapat lebih dari 50 persen suara dan mengungguli 13 kandidat, dia akan memenangkan kursi kepresidenan secara langsung. Jika tidak, pilpres berlanjut ke putaran kedua pada 28 Oktober.

Dilansir dari kantor berita AFP, analis mengatakan kemenangan putaran pertama untuk Bolsonaro memungkinkan, tetapi tidak mudah.

Survei terakhir yang diterbitkan Sabtu kemarin menempatkan Bolsonaro dengan 36 persen melawan 22 persen untuk saingan terdekatnya, mantan wali kota sayap kiri Sao Paulo, Fernando Haddad.

Presiden Brasil saat ini, Michel Temer, tidak ikut menjadi kandidat pilpres.

Dia akan meninggalkan jabatannya pada akhir tahun sebagai tokoh yang sangat tidak populer di Brasil. Saat ini Brasil mengalami masalah 13 juta pengangguran, tercekik utang dan inflasi serta gelombang kekerasan.

Baca: Presiden Brasil Hadapi Dakwaan Korupsi Terbaru

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close