Tol Baru Bakal Kuras Anggaran Rp 375 Triliun, Pemerintah Butuh “Pemain” Lain

  • Whatsapp
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit

INDOPOLITIKA.COM – Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit mengatakan, pemerintahan Jokowi – Amin menargetkan akan membangun setidaknya 2.500 km jalan tol baru hingga 2024 mendatang. Total biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 250 – 375 triliun.

Menurut Danang, hingga saat ini, jalan tol yang sudah dibangun di Indonesia membentang sepanjang 1.500 km dan akan bertambah menjadi 2.200 km hingga tahun 2019 ini. “Dalam lima tahun kedepan direncanakan akan dilanjutkan dengan target sekitar 2.500 km dengan perkiraan investasi Rp250 hingga Rp375 triliun,” kata Danang dalam sebuah diskusi di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Baca Juga:

Sebagai history pada lima tahun lalu saja dengan target 1.500 km jalan tol yang terbangun dibutuhkan dana sekitar Rp1.000 triliun lebih. Artinya setiap kilometer jalan tolnya membutuhkan dana sekitar Rp100 miliar per km

“Kalau kita punya target 2.500 km saja, dengan pemain yang sekarang ada, kita belum cukup mencapainya. We need the new player. Kita sangat berharap adanya pemain baru,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Konstruksi dan Infrastruktur, Erwin Aksa mengaku, pihaknya turut menyambut baik capaian tersebut. Namun, ia mempertanyakan kenapa dominasi pembiayaan atau investasinya masih cenderung dibebankan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Erwin pun berharap bahwa ke depan akan semakin banyak pihak swasta yang akan turut berpartisipasi dalam upaya pembangunan jalan tol tersebut. Hal itu mengingat besarnya total investasi yang dibutuhkan, untuk mencapai target pembangunan 5.200 km jalan tol hingga 2024.

“Harapannya kedepan, kita ada kebijakan yang memberi kepastian ke pelaku usaha dan bagaimana bisa membuat semacam pendanaan murah untuk membangun jalan tol ini. Karena pendanaan kunci utama pembangunan infrastruktur yang ada,” tandasnya.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *