Tolak Jabatan Presiden Tiga Periode: Jubir: Jokowi Setia UUD 45 dan Amanah Reformasi 1998

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Juru Bicara (Jubir) Presiden Fadjroel Rachman menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) setia pada Undang-undang Dasar (UUD) 1945 dan amanah Reformasi 1998. Karena itu, Presiden Jokowi menolak wacana perubahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode

Menurutnya, Jokowi tidak memiliki niat atau berminat menjabat sebagai Presiden RI selama tiga periode. Fadjroel mengatakan, pernyataan tersebut telah ditegaskan Jokowi pada beberapa waktu lalu.

Berita Lainnya

“Sikap politik Presiden Joko Widodo berdasarkan kesetiaan beliau kepada konstitusi UUD 1945 dan amanah reformasi 1998,” kata Fadjroel dalam keterangan video yang diterima pada Senin (13/9/2021).

Jokowi, kata Fadjroel, justru mengajak semua pihak untuk menjaga dan mempertahankan bersama-sama menjelaskan amendemen UUD 1945 dan amanah reformasi 1998.

“Pasal 7 UUD 1945 amendemen pertama merupakan masterpiece dari gerakan demokrasi dan reformasi 1998 yang harus kita jaga bersama. Disebutkan bahwa presiden dan wakil presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan,” ujarnya.

Sebelumnya, wacana amendemen UUD 1945 digulirkan oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet, yang juga kader Partai Golkar. Bamsoet mengklaim amendemen kali ini hanya untuk menghidupkan PPHN.

Bamsoet membantah rencana amendemen UUD 1945 juga untuk menambah masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Ia pun akan menggelar diskusi terbuka terkait PPHN.

“Sekaligus menepis berbagai hoaks terkait perpanjangan masa jabatan presiden-wakil presiden maupun penambahan periodisasi presiden menjadi tiga periode,” kata Bamsoet dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (4/9).[fed]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *