Tolak Kenaikan UMP 2020 Sebesar 8.51 Persen Buruh Ancam Demo

  • Whatsapp
Ilustrasi Demo Buruh Tolak Kenaikan UMP 2020

INDOPOLITIKA.COM- Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengancam akan melakukan demontrasi jika tuntutannya tidak didengarkan oleh pemerintah. Demonstrasi dilakukan untuk menekan pemerintah agar menaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 10 sampai 15 persen.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan jika ancaman ini tak diindahkan, maka demonstrasi akan dilakukan pada 31 Oktober 2019 di Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Setelah itu, akan dilanjutkan di 100 kabupaten dan kota industri  dalam rentang waktu 1-15 November 2019.

Baca Juga:

“Secara bergelombang, KSPI dan elemen buruh yang lain akan melakukan aksi di 100 kabupaten dan kota basis industri,” tegas Iqbal.

Said menjelaskan kenaikan UMP tahun 2020 sebesar 8.51 persen yang ditetapkan oleh Kemnaker tidak mengggunakan formula yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan. Maka dari itu,  serikat buruh menolaknya.

“Baru setelah itu melakukan survei kebutuhan hidup layak (KHL) di pasar sebagai dasar penetapan nilai UMP dan UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota),” ujar Iqbal dalam keterangan tertulis, Selasa (29/10/2019).

Lanjut Said, itung-itungan kenaikan UMP 15 persen itu sesuai dengan hasil survei yang telah dilakukan sebanyak 78 item kebutuhan layak yang sudah disepakati oleh Dewan Pengupah Nasional.

“Perkiraan KSPI, jika menggunakan 78 item KHL, maka kenaikan UMP 2020 adalah berkisar 10 hingga 15 persen,” ungkap dia.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kemnaker menetapkan UMP dan UMK 2020 sebesar 8.51 persen.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor B-m/308/HI.01.00/X/2019 tanggal 15 Oktober Tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2019.

Berdasarkan SE menyebutkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8.51 persen dilihat dari data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional Badan Pusat Statistik (BPS).

Distitu BPS menyebutkan,

Berdasarkan Surat Kepala BPS RI Nomor B-246/BPS/1000/10/2019 Tanggal 2 Oktober 2019. lnflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional sebagai berikut,

1. Inflasi Nasional sebesar 3,39 persen

2. Pertumbuhan Ekonomi Nasional (Pertumbuhan PDB) sebesar 5,12 persen‎

“Dengan demikian, kenalkan  UMP dan/atau UMK Tahun 2020 berdasarkan data Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional yaitu 8,51 persen,” demikian bunyi dari surat edaran Kemnaker.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *