Tolak Presiden Tiga Periode, Mahfud MD: Saya Lebih Setuju Seperti Sekarang

  • Whatsapp
Menko Polhukam Mahfud Md

INDOPOLITIKA.COM – Munculnya usulan Presiden tiga periode seperti disampaikan penasihat relawan Jokowi-Prabowo (JokPro) M. Qodari sebelumnya, menuai beragam reaksi. Umumnya, usulan tersebut dinilai hanya riak semata, karena masyarakat lebih menginginkan jabatan Presiden dua periode saja seperti diamanatkan dalam Undang-undang.

Terkait dengan usulan Presiden Tiga periode, Menko Polhukam Mahfud MD ternyata juga tidak setuju dengan ide tersebut. Baginya, konstitusi yang mengatur masa jabatan presiden berfungsi untuk membatasi kekuasaan, baik dalam lingkup maupun waktunya.

Berita Lainnya

Namun, ia menyadari wacana itu saat ini berada di tangan parpol dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). “Dua atau tiga periode arenanya ada di parpol dan MPR. Tapi secara pribadi saya lebih setuju seperti sekarang, maksimal dua periode saja. Adanya konstitusi itu, antara lain, untuk membatasi kekuasaan baik lingkup maupun waktunya,” kata Mahfud dalam cuitannya, Senin (21/6/2021).

Masa jabatan presiden dan wakil presiden dua periode diatur dalam UUD 1945 dan Undang-Undang Pemilu. Pasal 7 UUD 1945 menyebutkan, presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun. Mereka dapat kembali dipilih dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan.

Dalam UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu menyebutkan, syarat menjadi presiden dan wakil presiden adalah belum pernah menjabat di posisi itu selama dua kali masa jabatan untuk jabatan yang sama.

Meski Presiden Joko Widodo berkali-kali telah menolak wacana tersebut, sejumlah pihak yang mengatasnamakan Relawan Jokpro, telah menggelar deklarasi mendukung Jokowi-Prabowo untuk 2024. [ind]

 

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *