Buaya ‘Berkalung Ban’ Berusaha Diselamatkan Pakar Reptil Australia  

  • Whatsapp
Bule Australia dibantu melakukan simulasi penyelamatan buaya, sebelum beraksi menyelamatkan ban di tubuh buaya sesungguhnya. Foto/potongan video instagram Mattwright.

INDOPOLITIKA.COM – Kemunculan seekor buaya di Sungai Palu, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu sempat ramai dibicarakan karena terlilit oleh ban karet yang biasa digunakan untuk sepeda motor. Bahkan untuk membebaskan buaya berkalung ban itu, Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar sayembara berhadiah besar, meski tidak menyebut nominalnya.

Buaya berkalung ban bekas sepeda motor itu diketahui sudah ada sejak 2016 silam. Meskipun kemunculannya di permukaan sungai sulit dipastikan, tetapi di tanggul bantaran sungai di jembatan satu di Kota Palu, Sulawesi Tengah, selalu saja ada masyarakat yang datang untuk melihat keberadaan buaya berkalung ban itu.

Baca juga:

Namun, dua pakar reptil asal Australia, buaya berkalung ban itu lantas berusaha diselamatkan. Matthew Nicolas Wright dan Chris Wilson, adalah dua sosok ahli buaya asal Australia yang juga pengisi acara TV National Geographic, yang berusaha menjadi penyelamat buaya tersebut.

Sebelum beraksi melepaskan ban di tubuh buaya itu, Pada Rabu Malam (12/2/2020), Matthew Nicolas Wright dan Chris Wilson sempat melakukan latihan simulasi lepas ban dengan buaya lain. Mereka dibantu tenaga dari Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Tengah.

Kesedian dua bule Australia berusaha melepas ban di tubuh buaya tersebut dikabarkan Matthew Nicolas Wright melalui akun instagramnya. “Malam yang indah. Tadi malam, kami mengumpulkan tim satwa liar BKSDA untuk bersama-sama pergi menangkap buaya yang kami kejar,” tulis Matthew.

“Setelah di atas air, pemimpin tim bertanya kepada saya, apakah kami bisa menangkap buaya kecil sebagai latihan sehingga saya bisa menunjukkan kepada semua orang apa yang harus dilakukan sebelum acara utama (memburu buaya berkalung ban,” kata Matthew lagi.

Untuk membebaskan buaya dari ban ini, mereka menggunakan sarang perangkap atau harpun dengan mengorbankan seekor bebek sebagai pancingan untuk menjebak target. Buaya yang terperangkap di harpun kemudian diseret ke daratan untuk diikat dan diselamatkan dari jeratan ban.

Namun menurut Matt, kondisi air di sungai tersebut cukup menyulitkan tim, fakta bahwa buaya ini tidak lapar karena sumber makanan besar di sungai. “Sehingga kita perlu memastikan kita siap seperti yang kita bisa lakukan untuk tantangan ini. Dan semua tim yang terlibat tahu apa peran mereka selama penangkapan,” kata Matt.

Matt mengaku senang dengan upaya kerjasama dari komunitas lokal setempat dan pemerintah Indonesia, untuk berusaha membebaskan buaya dari kalung ban ini. “Ini merupakan perjalanan yang luar biasa. Ke sini (Indonesia), bekerja dalam kemitraan dengan komunitas lokal dan Pemerintah Indonesia,” katanya.

“Saya senang bisa membagikan pengetahuan saya dengan teman baru saya di Indonesia dan menunjukkan kepada mereka cara menangkap dan melepaskan buaya air asin besar dengan cara terampil. Dan yang paling penting, manusiawi,” tegas Matt.

“Tetapi lebih dari apa pun, saya senang terlibat sebagai bagian dari misi ini dan bekerja dengan tim yang hebat ini. Tetaplah bersama,” tutupnya.

Sekadar informasi, meski kedua bule ini berusaha keras memancing buaya dan dibantu warga setempat, nyatanya hingga saat ini ban di tubuh buaya tersebut informasinya belum berhasil dilepas.[asa]

View this post on Instagram

Great night last night 👍🏻 We got the local wildlife team BKSDA together & headed out to catch the crocodile we‘re after. Once on the water the team leader asked me if we could catch a smaller croc as a training so I could show everyone what to do before the main event. Environmental conditions in the water out here are very tough, coupled with the fact this croc isn’t hungry because of the large food source in the river so we need to make sure we are as prepared as we can be for this challenge and that everyone knows what their role is during the catch. Its been a great journey over here working in partnership with this local community and the Indonesian Goverment. I’m loving being able to share my knowledge with my new Indonesian mates and show them how to catch and release a large saltwater crocodile in a skilled and most importantly, humane way. And I’ve learnt a thing or two as well which I’m looking forward to taking back to Oz. We are now honing in on the big fella to relieve him of the tire around his neck but more than anything I’m thrilled as part of this mission and to leave these key skills and education behind with this great team Stay tuned. #wildlife #conservation #education @bksdasulteng @willow_nt #indonesia #australia @australia #friends #worktogether #globalpartner

A post shared by Matt Wright (@mattwright) on

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *