Internasional

Topan Trami Lukai 45 Orang di Jepang Selatan

Warga berjalan di tengah Topan Trami di Naha, Okinawa, Jepang, 29 September 2018. (Foto: AFP/JIJI PRESS)

Tokyo: Topan Trami bergerak menuju pulau utama Jepang pada Minggu 30 September 2018, setelah melukai puluhan orang di deretan pulau di wilayah selatan. Otoritas Jepang mengingatkan bahwa Trami dapat memicu tanah longsor dan banjir.

Menjelang kedatangan Trami, Jepang telah menghentikan sementara jadwal kereta cepat serta penerbangan. Hampir 1.000 penerbangan di Jepang bagian barat dibatalkan karena sebuah bandara utama ditutup.

Baca: Akhir Pekan, Topan Trami Diperkirakan Menghantam Jepang

Tayangan televisi lokal memperlihatkan sejumlah mobil di Okinawa terguling akibat angin yang dibawa Trami. Sejumlah rumah terendam banjir atau rusak, dan 38 orang di wilayah tersebut terluka.

Kantor berita NHK melaporkan, perintah evakuasi telah disuarakan kepada 349 ribu warga Okinawa. Lebih dari 300 ribu rumah di daerah tersebut kehilangan aliran listrik akibat Trami.

Trami adalah satu dari serangkaian fenomena alam yang melanda Jepang. Dalam beberapa bulan terakhir, Negeri Sakura telah dilanda topan, banjir, gempa bumi dan gelombang panas.

Dengan kecepatan putaran angin maksimal 216 kilometer per jam, Trami diperkirakan tiba di pulau utama Jepang pada sore atau malam hari ini. Trami diyakini akan memicu cuaca ekstrem di Jepang pada Senin besok.

"Kami meminta warga untuk tetap berada di rumah, karena sangat berbahaya di luar sana," ucap Masaaki Tamaki, seorang petugas dari Agensi Manajemen Bencana Kagoshima, kepada media AFP.

Agensi Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tanah longsor dan banjir di Kagoshima serta Chiba. Disebutkan bahwa hujan dalam intensitas yang sangat deras dan tak pernah terjadi sebelumnya terpantau turun di Yakushima.

Jepang barat masih berusaha pulih dari Topan Jebi pada awal September yang menewaskan 11 orang. Masih di bulan September, gempa 6,6 Skala Richter melanda Hokkaido dan memicu tanah longsor yang menewaskan lebih dari 40 orang.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close