Internasional

Trump Ancam Cabut Izin Keamanan Mantan Kepala CIA

Mantan Kepala CIA John Brennan. (Foto: AFP/Getty/ALEX WONG)

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertimbangkan mencabut izin keamanan yang dipegang John Brennan, mantan direktur Agensi Intelijen Sentral (CIA), dan kepala intelijen pensiunan lainnya. Brennan dan beberapa lainnya dianggap Trump mengkritik pendekatannya terhadap Rusia dan Presiden Vladimir Putin.

Gedung Putih menyatakan, Senin 23 Juli 2018, bahwa presiden sedang "mempertimbangkan melucuti izin keamanan Brennan." 

Ancaman muncul sepekan setelah Brennan, yang mengepalai CIA selama pemerintahan Obama, menuduh Trump tidak membela komunitas intelijen negaranya sendiri di hadapan Putin di Helsinki pekan lalu. 

Brennan menganggap sikap Trump seperti itu bisa disamakan dengan pengkhianatan terhadap negara.

Sarah Sanders, Sekretaris Pers Gedung Putih, mengatakan Trump juga mencari cara untuk mencabut izin keamanan James Comey, mantan kepala FBI yang dipecat tahun lalu, serta James Clapper, mantan direktur intelijen nasional. 

Sanders menambahkan Trump juga mengawasi Michael Hayden, purnawirawan jenderal yang mengelola CIA dan Badan Keamanan Nasional selama pemerintahan George W Bush.

Selama ini, para pejabat AS masih memiliki izin keamanan walau sudah meninggalkan jajaran pemerintahan. Izin keamanan ini memungkinkan mereka menerima informasi tertentu, termasuk rahasia negara. 

Ini kali pertama seorang presiden AS mengancam mencabut izin keamanan sejumlah pejabat Negeri Paman Sam.

"Presiden memiliki otoritas tertinggi dalam menentukan akses ke informasi rahasia," kata Zaid, ahli hukum tentang izin keamanan. Seraya menambahkan bahwa "tidak pernah terjadi sebelumnya" seorang presiden AS mencabut izin berdasarkan pandangan politik seseorang. 

"Ini jauh lebih mengingatkan kita kepada Nazi Jerman dan Rusia era Stalin," cetus dia, seperti dilansir dari Financial Times, Selasa 24 Juli 2018.

Zaid menguraikan ada beberapa cara yang bisa Trump lakukan untuk mencabut izin keamanan seseorang. Trump bisa memulai dari proses formal mencabut izin, atau menyatakan bahwa ada mantan pejabat yang tidak perlu lagi mengakses sejumlah informasi negara.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close