Internasional

Trump Deklarasikan Status Bencana di North Carolina

Banjir akibat Badai Florence terjadi di Pollocksville, North Carolina, AS, 15 September 2018. (Foto: AFP/Getty)

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendeklarasikan status bencana di North Carolina, Sabtu 15 September 2018, dimana Badai Florence telah menewaskan sebelas orang dan merusak banyak bangunan di sepanjang Pesisir Timur AS.

Kecepatan tiupan angin Florence melemah menjadi 80 kilometer per jam. Namun otoritas AS mengingatkan imbas badai masih jauh dari selesai, dan kemungkinan berpotensi memicu banjir bandang di beberapa wilayah.

Sejumlah kota di North Carolina dilanda hujan deras. Hampir satu juta rumah di North dan South Carolina terputus akibat badai.

Seperti dilansir dari kantor berita BBC, deklarasi bencana dari Gedung Putih diterapkan untuk delapan wilayah di North Carolina. 

Lewat status darurat, negara bagian tersebut akan mendapat aliran dana federal untuk berbagai keperluan, termasuk perbaikan properti dan pinjaman ringan.

Gedung Putih mengatakan Trump kemungkinan akan berkunjung ke South dan North Carolina pekan depan.

Baca: Lumba-Lumba Muncul di Tengah Banjir Imbas Badai Florence

Sementara itu sekitar 100 orang masih membutuhkan pertolongan evakuasi di New Bern. Wali Kota New Bern mengatakan kepada media CNN bahwa sekitar 4.200 rumah di wilayahnya rusak terkena imbas Florence.

Pusat Cuaca Nasional AS (NWS) melaporkan New Bern, kota berpopulasi 30 ribu jiwa, dilanda banjir dengan ketinggian 3 meter.

Gubernur North Carolina Roy Cooper mengingatkan warga atas curah hujan "yang sangat tinggi."

"Banjir terus meninggi dimana-mana, bahkan di tempat yang biasanya tidak pernah tergenang," ujar Cooper.

Florence tiba di Wilmington, North Carolina, pada Jumat pagi kemarin sebagai badai Kategori 1. Pusat Badai Nasional AS (NHC) kemudian menurunkan status Florence menjadi badai tropis beberapa jam setelahnya.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close