Trump Hina Mantan Ajudan dengan Sebutan Kasar

  • Whatsapp
Presiden AS Donald Trump menghina mantan ajudannya dengan sebutan tidak pantas. (Foto: AFP).

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghina mantan asistennya di Gedung Putih, Omarosa Manigault Newman. Trump menyebutnya 'anjing' dan 'orang gila rendahan' ketika bukunya dirilis.
 
Manigault Newman pertama kali dikenal sebagai kontestan di acara reality TV Trump. Ia membocorkan rekaman percakapan pribadi yang memalukan di Gedung Putih ketika ia menceritakan cerita tentang waktunya dengan 'The Donald'.
 
Trump dilukiskan sebagai orang yang rasis, pembohong dan 'germophobia' yang 'tidak mempunyai empati' dalam buku nya. Buku itu membuat Gedung Putih dan Presiden Trump ke dalam krisis baru serta komentarnya kepada media telah mendominasi berita utama di AS berhari-hari.
 
Tim Trump menanggapinya dengan amarah yang besar. Mereka melontarkan kampanye untuk mendiskreditkan Amarosa serta berencana untuk mengambil tindakan hukum karena telah melanggar perjanjian.
 
Trump menyebut Omarosa sebagai 'orang rendahan' setelah ia membocorkan rekaman pemecatan dirinya oleh Kepala Staff John Kelly yang tampaknya direkam di Ruang Situasi Gedung Putih.
 
Usai dia merilis rekaman percakapannya dengan Trump setelah dipecat, Trump terus memanggilnya 'aneh'.
 
Tetapi pada Selasa 14 Agusuts, Trump mengeluarkan kata-kata yang tidak disangka dari seorang presiden.
 
"Saat kamu memberi seorang yang gila dan rendahan kesempatan dan memberinya pekerjaan di Gedung Putih, kurasa itu tidak berhasil. Kerja bagus untuk Jenderal Kelly karena telah memecat anjing tersebut!," tulis Trump pada akun Twitter-nya, seperti dikutip AFP, Rabu 15 Agustus 2018.
 
Cuitannya tersebut memicu kritik dari berbagai kalangan. "Bahasa semacam itu tidak pantas dikatakan seorang Presiden Amerika Serikat. Tidak ada alasan untuk mengatakan itu dan pemerintah tidak boleh baik-baik saja akan hal itu," kata Senator Republik yang sering mengkritik Trump, Jeff Flake.
 
"Beraninya dia? Dia telah membuat negara ini di titik terendah," kata anggota kongres Demokrat Frederica Wilson.
 
Sarah Sanders, Juru Bicara Gedung Putih, berpendapat bahwa penghinaan yang dilakukan Trump tidak ada hubungannya dengan ras atau gender.
 
"Presiden adalah seseorang dengan kesempatan yang sama, yang menyebut suatu hal seperti apa yang dia lihat. Dia melawan api dengan apa dan tidak menahan dirinya apabila sudah melewati batas," ucap Sanders. (Khalisha Firsada)

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *