Tuding Komisi VIII DPR Sinis Sambil Nyerocos, Sekjen Kemensos Diusir Saat Rapat

Sekjen Kemensos Harry Hikmat/net

INDOPOLITIKA.COM – Sekjen Kementerian Sosial (Kemensos) Harry Hikmat diusir Komisi VIII DPR RI dari rapat yang digelar, Selasa (19/1/2021) ini. Informasinya, hal itu bermula dari pesan WhatsApp ke Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily yang dinilai tidak pantas.

Anggota Komisi VIII dari Fraksi Golkar Muhammad Ali Ridha menyesalkan komunikasi baik yang ditunjukkan Mensos Risma tidak selaras dengan pola komunikasi Sekjen Kemensos.

Bacaan Lainnya

“Semestinya, contoh dan perilaku itu kemudian diikuti oleh jajaran Ibu, karena Ibu adalah panutan di Kemensos. Tetapi yang terjadi sebaliknya, ada satu komunikasi yang menurut saya tidak pantas disampaikan, oleh jajaran Ibu, oleh Pak Sekjen kepada pimpinan komisi,” ujar Ali

Ali tidak terima dengan komunikasi Sekjen Kemensos Harry kepada pimpinan Komisi VIII Ace. Ali lantas meminta Sekjen Kemensos keluar dari ruang rapat atau dia yang keluar.

“Agar tidak membuang waktu, maka saya usulkan bahwa kalau rapat ini akan dilanjutkan, saya minta Saudara Sekjen untuk meninggalkan ruangan ini. Atau, kalau rapat ini masih akan dilanjutkan dengan keberadaan Pak Sekjen, maka saya yang akan keluar dari ruangan ini,” katanya.

Ace membuka sedikit persoalan dengan Sekjen Kemensos. Dia menyebut Kemensos tidak memberi tahu saat Mensos Risma melakukan kunjungan ke dapilnya. Perihal informasi itu adalah kewenangan Sekjen Kemensos.

“Saya terus terang saja Bu, ketika Ibu ke dapil saya, lalu tidak memberi tahu kepada kami, padahal kesepakatan kita bersama bahwa dalam setiap kali Ibu Menteri ke dapil, setidaknya diberi tahu dan itu yang menyampaikan, yang mengatur adalah sekjen,” kata Ace.

Menurut Ace, Sekjen Kemensos sudah meminta maaf karena tak memberi tahu saat Risma melakukan kunjungan ke dapil. Namun, yang Ace persoalkan, Sekjen Kemensos justru menyampaikan hal yang tidak-tidak.

“Sekjen memang waktu itu telah minta maaf, tapi setelah itu nyerocos Bu. Bilang apa yang saya lakukan itu sinis, bahwa saya dibilang setiap kali diundang nggak pernah datang. Apa urusannya bicara seperti itu?” ujar Ace.

Lebih lanjut Ace menyebut Sekjen Kemensos juga sempat menyampaikan pesan bernada menantang. Namun kini, politikus Golkar itu mengaku tidak mempersoalkan lagi soal pernyataan Sekjen Kemensos.

“Jangan dianggap apa yang kami lakukan itu adalah, sampai nantangin Bu. Kalau dalam bahasa Sunda beliau menyampaikan dihede…, dibere…, ku mah Pak Ace,” kata Ace.

“Jadi, karena itu Ibu, saya secara pribadi nggak ada masalah dengan Ibu, secara kelembagaan saya nggak ada masalah, tetapi soal bagaimana kita membangun sinergi, membangun kemitraan,” imbuhnya.

Selain itu, Ace menegaskan kepada Mensos Risma bahwa persoalannya terletak pada sikap Sekjen Kemensos. Karena itu, Ace meminta Risma tidak perlu sujud-sujud.

“Kalau mau Bu, mau keras, saya bisa lebih keras lagi. Tapi saya menghargai Ibu, yang sudah kerja keras. Jadi, oleh karena itu, jangan dilihat oleh Ibu bahwa apa yang saya lakukan itu, dan Ibu nggak perlu sujud-sujud, untuk apa. Problem saya bukan sama Ibu, tapi sama Sekjen, oleh teman-teman juga sama Sekjen,” terang Ace. [Red]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.