Pemerintahan

Tujuh Anak Muda Terpilih Wakili Indonesia Ikuti Seminar Revolusi Industri 4.0 Terbesar di Dunia

JAKARTA – Pada tahun 2017, sektor industri manufaktur berkontribusi 20,16% terhadap PDB. Manufaktur juga menyumbang 14,05% dari total penyerapan tenaga kerja, dan 81,73% dari total ekspor nonmigas Indonesia (BPS). Maka itu, pada Januari 2017 di Itera, Lampung Selatan, Presiden Joko Widodo menyampaikan pentingnya mahasiswa menyongsong Revolusi Industri 4.0. Sebulan sebelumnya pada sesi Entrepreneurs Wanted! di ITB, Bandung, Presiden Jokowi juga mengajak lebih banyak generasi muda Indonesia segera memasuki dunia usaha dalam ekonomi digital sekarang ini.

Pada tahun 2018, Kantor Staf Presiden menginisiasi kegiatan Anak Muda Indonesia untuk Revolusi Industri 4.0 sebagai salah satu pendekatan youth outreach. Dalam program ini, telah terpilih 7 mahasiswa cemerlang dari kampus terbaik di Indonesia yaitu Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk dikirim ke beberapa acara pameran industri dan konferensi teknologi tingkat dunia.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko memberikan pesan kepada para mahasiswa terpilih, “Kalian dipilih dengan seleksi yang ketat dan dipilih karena kalian memiliki inovasi yang hebat. Selanjutnya kalian akan menjadi duta bagi anak-anak muda bangsa ini untuk mengenalkan Revolusi Industri ke-4. Teman-teman kalian harus paham dan sadar pengetahuan dan keterampilan apa yang dibutuhkan untuk menghadapi Revolusi Industri ke-4.”

Moeldoko menambahkan, anak-anak muda terpilih harus memanfaatkan periode waktu menjadi delegasi dengan belajar sebanyak mungkin dan menyebarkan pengetahuan yang didapat seluas mungkin.

Pada gelombang pertama, sejumlah 3 mahasiswa cemerlang dan berprestasi akan dikirimkan ke acara Hannover Messe pada 23-28 April 2018 di kota Hannover, Jerman. Sebagai pameran teknologi industri terbesar di dunia, acara ini merupakan ajang promosi dan pemasaran bisnis (B2B) internasional terkemuka dalam inovasi teknologi industri. Sekitar 6.500 peserta pameran dari 70 negara di 2018 ini akan menampilkan berbagai produk, sistem, dan solusi sederhana maupun teknologi terbaru dan canggih yang mewakili tren era revolusi industri ke-4. Satu orang mahasiswa akan dikirim untuk acara LEP Expo di Jakarta.

Pada gelombang kedua, sejumlah 3 mahasiswa cemerlang dan berprestasi akan dikirimkan ke acara The AI Expo Europe pada tanggal 25-30 Juni 2018 di kota Amsterdam, Belanda. Acara ini merupakan bagian dari pameran dan seminar terbesar tahunan Internet of Things, yang akan mengeksplorasi manfaat Artificial Intellegence (AI) dalam dunia bisnis dan platform digital. Tema pameran dan topik seminar meliputi data analytics, business intelligence, machine learning, AI algorithm, dan virtual assistant.

“Teruslah berinovasi dan selesaikan masalah yang ada di masyarakat dengan ilmu yang kamu pelajari. Dalam berinovasi cobalah untuk berpikir dengan perspektif industri, agar karyamu memiliki nilai jual dan mampu menyelesaikan permasalahan masyarakat,” pungkas Moeldoko memberikan pesan kepada anak-anak muda hebat republik ini.

anak5Mereka yang terpilih yakni:

Regia Puspita Sari ITS • Ketua Tim Mobil Listrik Spektronics.
• Juara 1 Chem-E Car Competition Mineapolis, USA • Sukarelawan untuk mengedukasi persoalan lingkungan
• Sukarelawan bencana di Mongolia
Dhany Wicaksono ITS • Ketua tim Ichiro, robot sepakbola
• Juara 1 KonJuara 1 FIRA Hurocup 2017 Kaohsiung, Taiwan • Kepala Biro Jurnalistik, Himpunan Mahasiswa D3 Teknik Elektro
Geraldi Dzakwan ITB • Co-Founder EatFit, aplikasi pemindai nutrisi makanan • Ketua Futsal Kegiatan Mahasiswa ITB
Hilmy Asyrofi ITB • Co-Founder Pi-Glass (Hear Your Text) alat bantu disabilitas netra • Penerima beasiswa santri berprestasi
• Juara satu Olimpiade Al-Qur’an di ITB
Riski Budi Saputro ITB • Co-Founder Cikapundung Eco Track (wisata berbasis sungai) • Pegiat sepeda kampus
• Pegiat pelestarian lingkungan
Alwy Herfian UGM • Co-Founder Majapahit Tech (produsen smart alarm untuk motor dan rumah) • Aktivis kewirausahaan kampus
Ray Rezky Ananda UGM • Co-Founder Bantu Ternak ( aplikasi pembiayaan untuk petenak) • Aktivis BEM Fakultas Peternakan

Tags

Artikel Terkait

Close
Close