Tumpas, Ratakan KKB Papua, Bamsoet: Kerahkan 4 Matra Terbaik Kita, Sikat Para Teroris Tak Berprikemanusiaan Itu

  • Whatsapp
Ketua MPR Bambang Soesatyo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi, dalam salah satu kesempatan.

INDOPOLITIKA.COM – Amarah Ketua MPR RI Bambang Soesatyo terhadap para separatis atau KKB Papua tak terhankan lagi. Ia meminta teroris tak berprikemanusiaan itu ditumpas, disikat bahkan kalau perlu diratakan. Bamsoet siap pasang badan dan bertanggungjawab.

Untuk menumpas para separatis itu, Bamsoet minta dikerahkan seluruh kekuatan terbaik yang dimiliki negara, termasuk empat matra terbaik. Dalam hal ini, Gultor Kopassus, Raiders, Bravo dan Denjaka.

Berita Lainnya

“Tidak boleh lagi ada toleransi terhadap para separatis dan teroris untuk melakukan aksi kejahatan yang meresahkan masyarakat serta mengakibatkan korban jiwa,” ungkap Bamsoet kemarin.

“Kerahkan seluruh kekuatan yang dimiliki negara. Kalau perlu turunkan kekuatan 4 Matra terbaik yang kita miliki selain Densus 88 dan Brimob Polri. Yakni Gultor Kopassus, Raiders, Bravo dan Denjaka. Kasih waktu satu bulan, mereka pasti bisa menumpas habis para separatis dan teroris di Papua hingga ke akarnya,” sambungnya.

Menurut politisi Golkar ini, kepentingan dalam negeri dan rakyat adalah yang utama. Karenanya jangan sampai ada ruang toleransi bagi tumbuh suburnya gerakan separatis dan teroris di bumi Indonesia.

Termasuk bagi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, yang oleh Badan Intelijen Negara, kini dilabeli sebagai kelompok separatis dan teroris.

“Memangnya para separatis dan teroris itu pakai teori Hak Asasi Manusia saat membunuh rakyat dan aparat yang bertugas? Sikat habis, tumpas dan ratakan para separatis dan teroris yang tidak berprikemanusiaan itu,” tuturnya.

“Sebagai pimpinan MPR RI, demi melindungi rakyat dan negara, saya siap menjadi orang yang bertanggungjawab dihadapan hukum internasional atau hukum manapun. Terpenting, para separatis dan teroris bisa musnah dari bumi Indonesia,” tegas Bamsoet merespon pernyataan Amnesty Internasional Indonesia sebelumnya.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, dari aspek pertahanan keamanan nasional dan hukum, sangat jelas bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua bukanlah kelompok kriminal bersenjata biasa. Melainkan termasuk gerakan yang memiliki motivasi politik untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Mereka jelas tidak punya right to self determination (hak menentukan nasib sendiri). Karena ketika Papua telah menjadi bagian integral NKRI berdasarkan New York Agreement 1962, maka hak menentukan nasib sendiri serta merta batal demi hukum,” jelas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menekankan, sangat tepat jika gerakan KKB dinilai sebagai gerakan pemberontakan melawan pemerintah yang sah (makar) dengan cara-cara teror. “Sehingga penetapan keadaan darurat militer, baik secara hukum nasional maupun internasional, sudah sah dan bisa segera diberlakukan,” tutupnya. [ind]

 

 

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *