Turis Asing Cari Penerbangan Lebih Awal di Bandara Bali

  • Whatsapp
Jina, wisatawan asal Prancis, datang lebih awal dari jadwal ke Bandara Ngurah Rai Bali, 6 Agustus 2018. (Foto: Metro TV)

Badung: Sejumlah wisatawan asing di Bali berusaha mempercepat kepulangan mereka setelah merasakan guncangan dari gempa bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter yang melanda Lombok pada Minggu 5 Agustus.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengatakan korban tewas akibat gempa di Lombok mencapai 91 orang.

Muat Lebih

Kuatnya guncangan membuat beberapa bagian di Bandara Ngurah Rai Bali mengalami kerusakan. Sejumlah turis asing merasa perlu pulang lebih awal.

"Saya datang lebih awal untuk memastikan dapat terbang sesuai jadwal," ucap Jina, seorang wisatawan asal Prancis, di Bandara Ngurah Rai.

Jinan mengatakan dirinya berada di sebuah resor di Senggigi saat gempa terjadi. Ia sempat tidak bisa berdiri akibat kuatnya guncangan, dan hanya menanti hingga gempa berhenti.

Baca: Jokowi Cari Waktu Tepat Mengunjungi Korban Gempa

Setelah itu, pihak hotel meminta ia dan tamu lainnya pergi ke atas bukit karena ada peringatan gelombang tsunami. "Kami di bukit menunggu selama beberapa jam, kemudian kembali lagi ke hotel untuk menanti solusi," kata Jinan.

Adele, turis dari Kanada, juga datang lebih awal ke Bandara Ngurah Rai. Ia datang hari ini meski memiliki tiket penerbangan untuk Selasa besok.

"Kami berharap ada penerbangan lebih awal. Tapi jika tidak ada, kami akan menunggu sampai besok," tutur Adele.

Saat gempa, Adele mengaku berada di sebuah vila. Pemilik vila meminta dirinya dan para tamu lain berlari ke atas gunung karena ada peringatan tsunami.

"Di sana kami kedinginan karena tidak memakai baju hangat. Kami saling berpelukan. Ada anak-anak dan bayi yang menangis ketika itu," sebut Adele.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *