Turki Ancam Balas Sanksi AS atas Penangkapan Pastor

  • Whatsapp
Pendeta Andrew Craig Brunson masih ditahan di Turki (Foto: AFP).

Ankara: Turki mengancam akan membalas Amerika Serikat (AS) karena keputusan Paman Sam menjatuhkan sanksi terhadap dua menteri senior pemerintah Turki. Ancaman ini menandai bahwa Ankara tidak mundur dalam perselisihan yang meningkat atas seorang pendeta Amerika yang ditahan Turki.
 
Baca juga: Pendeta Ditahan, AS Ancam Turki dengan Sanksi.
 
Kementerian Luar Negeri Turki memperingatkan akan mengambil respons yang setimpal terhadap keputusan agresif oleh Kementerian Keuangan AS yang memaksakan pembekuan aset pada Menteri Kehakiman Turki, Abdulhamit Gul dan Menteri Dalam Negeri, Suleyman Soylu.
 
Langkah itu diumumkan pada Rabu dalam upaya untuk menghukum Turki atas penahanan lanjutan Andrew Brunson, seorang pastor dari North Carolina yang sedang diadili atas tuduhan terorisme dan spionase. Sanksi itu juga melarang orang AS terlibat dalam transaksi dengan kedua menteri tersebut.
 
"Penahanan Pastor Brunson yang tidak adil dan penuntutan lanjutan oleh pejabat Turki tidak dapat diterima," kata Menkeu AS, Steven Mnuchin. "Presiden Trump telah membuatnya sangat jelas bahwa AS mengharapkan Turki untuk segera membebaskannya," cetusnya, seperti dilansir dari Financial Times, Kamis 2 Agustus 2018.
 
Wakil Presiden AS Mike Pence menulis di Twitter bahwa tindakan itu adalah sanksi ekonomi yang keras terhadap Turki. Pence pun memperingatkan bahwa aksi itu akan berlanjut, "sampai Presiden (Recep Tayyip) Erdogan dan Pemerintah Turki membebaskan Pastor Brunson dan mengembalikan orang yang tidak bersalah ini ke AS."
 
Menurut pernyataannya, Kemenlu Turki mengatakan bahwa langkah AS "akan sangat merusak upaya konstruktif yang dilakukan guna menyelesaikan masalah antara kedua negara". Ia menambahkan: "Tanggapan setara dengan sikap agresif ini akan diberikan tanpa penundaan."
 
Trump mengancam sanksi terhadap Turki, sesama anggota NATO, pekan lalu setelah gagal membebaskan Brunson setelah bicara dengan Erdogan. Padahal mereka sebelumnya telah mengembangkan hubungan baik.
 
Keputusan menjatuhkan sanksi menandai titik terendah dalam hubungan antarkedua negara sejak invasi Turki 1974 ke Siprus.
 
Persahabatan bilateral Ankara-Washington mengalami tekanan berat dalam beberapa tahun terakhir. Turki murka pada AS karena mendukung militan Kurdi di Suriah yang dilihat Ankara sebagai teroris, serta untuk penuntutannya terhadap seorang bankir Turki atas pelanggaran sanksi dan kegagalan AS mengekstradisi Fethullah Gulen, ulama berbasis di Pennsylvania yang dituduh mendalangi percobaan kudeta 2016.
 
AS, sebaliknya, telah gusar dengan keputusan Ankara buat membeli sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia, serta dengan pemenjaraan Brunson dan warga AS lainnya serta staf konsulat.
 
Kemenkeu AS mengatakan Brunson ditangkap meskipun tidak ada bukti mendukung dakwaan itu. Dia ditangkap pada Oktober 2016, sebagai bagian dari tindakan keras yang dilakukan menyusul upaya kudeta terhadap Erdogan tiga bulan sebelumnya.
 
Trump menuntut agar pastor, yang telah tinggal di Turki selama lebih dari dua dekade, dibebaskan, mencuit di Twitter pekan lalu: "Dia sangat menderita. Orang yang tidak bersalah ini harus segera dibebaskan!"
 
Para pejabat AS juga bingung bagaimana cara membujuk Turki untuk tidak mengkompromikan program jet tempur Lockheed Martin F-35 Lightning II dengan mengadopsi teknologi Rusia yang mereka katakan dapat mengumpulkan data sensitif. Turki akan membeli 100 F-35 dan berpartisipasi dalam produksi global hampir 3.000 jet.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *