Internasional

Turki Tangkap 61 Tentara atas Kaitan Ulama Fethullah Gulen

Ilustrasi oleh Medcom

Ankara: Sejumlah laporan terbaru menyebutkan, Pemerintah Turki, memerintahkan penangkapan terhadap 61 tentara yang bekerja di Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Darat (AD).
 
Di antara mereka termasuk perwira senior, yang diduga terkait dengan ulama yang berbasis di Amerika Serikat, yang menurut pihak Ankara bertanggung jawab mendalangi kudeta di tahun 2016 yang akhirnya gagal.
 
Namun demikian, delapan belas di antara mereka yang diperintahkan untuk ditahan sedang bertugas di satuan. Berarti kedelapan belas tentara itu saat ini masih aktif. Selain itu, kantor berita Anadolu menambahkan bahwa semua tersangka dalam penyelidikan yang sedang berlangsung termasuk 13 Mayor, 12 Kapten dari satuan angkatan darat (AD) dan lebih dari 24 berpangkat Letnan Satu dari angkatan laut (AL).
 
Dilansir dari Lansing Post, Rabu 26 September 2018, pihak berwenang telah melakukan penyisiran secara teratur atas anggota jaringan Fethullah Gulen yang diduga beroperasi sejak upaya kudeta pada Juli 2016, di mana lebih dari 250 orang kehilangan nyawa. Gulen membantah semua tuduhan dan mengatakan bahwa tidak terlibat dengan upaya kudeta yang terjadi pada 2016.

Baca juga: Turki Tangkap 1.000 Orang Terkait Fethullah Gulen.

Selama operasi penyelidikan terpisah, polisi Istanbul dalam laporan mereka mengatakan bahwa hingga kini, polisi menangkap 21 orang yang menurut laporan tersebut, individu-individu memakai aplikasi dengan pesan terenkripsi melalui jaringan yang aman. Anehnya, dari semua yang ditahan sebagian besar adalah guru yang menurut laporan polisi, sebelumnya mengajar sekolah jaringan dan lembaga publik.
 
Sekutu Barat Turki mengkritik tindakan keras pasca-kudeta yang menurut laporan sebagian besar terjadi selama deklarasi keadaan darurat yang diberlakukan atas militer tak lama setelah upaya kudeta dan sejak itu tetap berlaku sampai permulaan Juli 2018.
 
Kritikus Presiden Tayyip Erdogan menuduh dia gagal melakukan pengungkapan sebagai salah satu cara untuk menepis dalih bantahan. Namun Turki mengatakan bahwa demi memastikan keamanan nasional, langkah-langkah pemerintah adalah untuk memerangi ancaman.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close