Twitwar Cak Imin vs Yenny Wahid Makin Panas! Begini Reaksi Dewan Syuro PKB  

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Foto: Twitter @cakimiNow

INDOPOLITIKA.COM – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin terlibat twitwar dengan politikus sekaligus Direktur Wahid Foundation Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid.

Kedua sosok tersebut nampak saling membalas sindiran di akun media sosial masing-masing. Perseteruan keduanya bermula dari cuitan Muhaimin Iskandar. Pria yang akrab disapa Cak Imin itu mengatakan bahwa Yenny bukanlah bagian dari PKB.

“Yeni itu bukan PKB, bikin partai sendiri aja gagal lolos, beberapa kali pemilu nyerang PKB gak ngaruh, PKB malah naik terus suaranya, jadi ngapain ikut-ikut ngatur PKB, hidupin aja partemu yang gagal itu..
PKB sdh aman nyaman kok,” tulis Cak Imin di akun Twitternya @cakimiNow.

Sehari kemudian, Yenny membalas cuitan Cak Imin tersebut. Meski tidak me-mention-nya langsung.

“Hahaha inggih Cak. Tapi ndak usah baper to, Cak. Dan memang benar, saya bukan PKB Cak Imin. Saya kan PKB Gus Dur,” cuit Yenny.

Dia kemudian membalas Cak Imin pedas.

“Cak Imin juga belum tentu lho bisa bikin partai sendiri..kan bisanya mengambil  partai punya orang lain. Peace, Cak,” kata Yenny yang menambahkan ikon damai di akun Twitternya @yennywahid.

Reaksi PKB

Atas twitwar Cak Imin dan Yenny, Wakil Sekretaris Dewan Syuro PKB, Maman Imanulhaq, menilai kepemimpinan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar tidak melenceng dari ajaran Gus Dur.

“Di PKB, nilai-nilai Gus Dur juga terus jadi marwah perjuangan. Cak Imin pun selalu menekankan semua pengurus membawa pemikiran-pemikiran Gus Dur untuk tiap rencana aksi,” ujar Maman kepada wartawan, Jumat (24/6/2022).

Menurut politikus PKB ini, Gus Dur milik semua, tidak bisa dikerdilkan dengan klaim cuma milik segelintir orang saja. Kata Maman, Cak Imin mampu membawa PKB menjadi satu-satunya partai yang menggabungkan spiritualitas dengan demokrasi, green party, HAM, sampai isu gender, sesuai dengan napas perjuangan Gus Dur.

Selain itu, lanjut Maman, nilai yang kini terus diteladani banyak elite PKB ialah Gus Dur sebagai sosok yang senang bersilaturahmi, menyambungkan nilai kebangsaan dengan semua golongan, termasuk lintas agama, suku dan budaya. Bahkan, Gus Dur tidak segan untuk menyapa anak-anak muda.

“Sisi humanis ini menjadi identitas bagi kepengurusan PKB di semua tingkat,” ucap Maman. [Red]


Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.