Uang Habis Buat Covid-19, Kang Emil Harap Pilkada Ditunda Hingga 2021

  • Whatsapp
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat bertemu Ketua MPR Bambang Soesatyo di Gedung Negara Pakuan,

INDOPOLITIKA.COM – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap penyelenggaraan Pilkada 2020 dapat digeser ke 2021 demi keamanan dan keselamatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, Pemprov Jabar pun sudah tidak memiliki anggaran untuk menggelar pilkada tahun ini.

Pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat yang akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 harus memutar otak soal pendanaan pesta demokrasi itu. Bila benar-benar dilaksanakan pada Desember, mereka mesti mampu membiayai seluruh tahapan pilkada secara mandiri tanpa bantuan dari Pemprov Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

“Kami sudah tidak punya uang. Uang kita sudah habis buat COVID-19 dan bansos. Jadi, kalau ada permintaan ekstra kami pasti kesulitan, kecuali anggarannya digeser tahun depan,” ungkap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil seusai bertemu Ketua MPR Bambang Soesatyo di Rumah Dinas Gubernur, Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Jumat (12/6/2020) petang.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu berpendapat, pelaksanaan Pilkada Serentak sebaiknya diundur hingga 2021. Terlebih, dia memprediksi situasi dan kondisi akibat pandemi COVID-19 belum akan kembali normal pada bulan Desember nanti.

“Jadi, saya pribadi cenderung melihat situasi COVID-19 hari ini tidak meyakini akan kondusif di Desember. Pergeseran (penyelenggaraan pilkada) ke tahun 2021 lebih realistis,” tegasnya.

Kang Emil mengingatkan, dalam situasi pandemi seperti saat ini jadwal Pilkada Serentak 2020 mestinya tidak menjadi harga mati. Sebaliknya, semua pihak kini harus mengedepankan keselamatan masyarakat. “COVID-19 ini kan penyakit kerumunan dan jadwal Desember itu kan tidak hanya di Desember karena ada (tahapan) pendaftaran, kampanye, dan lain-lain,” paparnya.

Meski begitu, sebagai perwakilan pusat Kang Emil mengaku akan tetap mengikuti instruksi pemerintah pusat terkait penentuan jadwal pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. “Tapi kalau sudah diputuskan, sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, saya harus mengamankan. Kami menghitung secara ilmiah, risikonya apa,” tandasnya.

Sebelumnya, pemerintah berencana penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 pada Desember 2020. Di Jawa Barat sendiri akan ada delapan kabupaten dan kota yang akan melaksanakan pilkada tahun ini, yakni Kabupaten Indramayu, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung, Kota Depok, Kabupaten Karawang, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Pangandaran. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *