UAS Dideportasi dari Singapura Bukan Hoaks! Berikut Penjelasan Selengkapnya

Ustadz Abdul Somad/tangkapan layar

Padahal seluruh berkas yang dimiliki UAS sudah lengkap untuk masuk ke Singapura.

“Anehnya semua sudah keluar sahabat dan keluarga, istri dan anaknya, ketika saya mau keluar tas ditarik oleh petugas imigrasi,” tutur UAS.

Tas yang dibawa Ustadz Abdul Somad sebenarnya berisi perlengkapan untuk sang bayi. Namun ketika dijelaskan petugas imigrasi tak mengizinkan memberikan tas itu pada sang istri.

Namun ketika UAS tunjukkan sahabat berserta istrinya, malah petugas imigrasi itu menjemput mereka untuk dideportasi bersama.

Lalu Ustadz Abdul Somad dimasukkan ke dalam ruang berukuran 1×2 meter, seperti ukuran liang lahat.

UAS dipenjara selama 1 jam. Lalu baru digabungkan dengan keluarganya dimasukkan ke ruang yang lebih besar.

Komentar anak sahabatnya yang masih 4 tahun.

” Ayah kita ini dipenjara,” tuturnya.

Di ruangan itu UAS dan keluarga serta sahabatnya ditahan selama 3 jam hingga ada kapal terakhir beroperasi.

“Negara ini kok sombong sekali, kita orang Indonesia kencing ramai-ramai tenggelam mereka,” kata UAS sambil tertawa.

UAS mengajak seluruh warga Indonesia minta penjelasan mengapa perlakuan Singapura seperti ini.  Biar jelas semua, kita bukan warga tak taat pajak.

“Saya dimasukan ke dalam satu ruangan, lebarnya 1 meter panjangnya 2 meter, pas macam liang lahat. Satu jam saya di situ, di ruang kecil itu. Habis itu baru digabungkan dengan kawan saya itu, barulah di tempat yang ramai itu,” ucapnya.

“3 Jam pula kami di situ, 1 jam di ruang 1X2 itu, 3 jam di situ. Setengah 5 sore, kapal terakhir baru dipulangkan. Emang lah orang ini,” katanya.


Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.