Uber Dituntut USD1,9 Juta terkait Kasus Pelecehan Seksual

  • Whatsapp
ilustrasi. (AFP PHOTO / Robyn Beck)

California: Uber Technologies Inc dituntut membayar ganti rugi senilai USD1,9 juta atau setara Rp27,73 miliar. Tuntutan itu buntut tuduhan pelecehan seksual dan diskriminasi di tempat kerja yang dialami 56 karyawan Uber.

Mengutip laporan Bloomberg, Rabu, 22 Agustus 2018, berdasarkan gugatan yang masuk ke Pengadilan Federal Oakland California, Amerika Serikat, perusahaan transportasi berbasis aplikasi itu diminta membayar masing-masing USD33.928,57 untuk 56 karyawannya yang masuk dalam daftar penggugat. 

Muat Lebih

Selain itu, para pekerja dan 431 insinyur perempuan dan minoritas lainnya yang dimasukkan dalam gugatan pada 2017, akan menerima rata-rata di bawah USD11 ribu karena diskriminasi gaji yang mereka alami. 

Pembayaran untuk pelecehan dan klaim lingkungan kerja yang tidak bersahabat itu dihitung berdasarkan tingkat keparahan dan lamanya dugaan pelanggaran, keberadaan saksi, serta dokumentasi pendukung, dampak pada korban, judul pekerjaan pelaku, dan keadaan lainnya. 

Sejauh ini, hanya dua orang yang termasuk dalam penyelesaian kasus tersebut yang memilih untuk tidak ikut. Menurut pengacara para penggugat, tidak ada anggota dalam gugatan yang mengajukan keberatan.

Sidang atas persetujuan dari penyelesaian ini ditetapkan berlangsung pada 6 November mendatang. "Kami setuju dengan gerakan penggugat yang menyatakan bahwa gugatan ini telah ditanggapi dengan sangat baik untuk penyelesaian dengan jumlah yang adil, masuk akal, dan memadai'," kata manejemen Uber dalam pernyataan resminya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *