Ubi Manohara Paling Laku di Karanganyar, Bisa Diekspor hingga Korea

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung upaya pemerintah Kabupaten Karanganyar mengembangkan produksi ubi jalar di wilayah Tawangmangu, yang dihasilkan para petani setempat untuk dimanfaatkan berbagai olahan cemilan khas maupun untuk diekspor hingga Korea. Varietas paling laku di daerah tersebut yakni Manohara dan Ubi Jepang.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengatakan, ubi jalar sebagai pangan alternatif mulai dilirik sebagai usahatani yang menguntungkan. “Karena itu, kementan sangat mendukung apa yang dilakukan petani di Tawangmangu,” ujar Suwandi, belum lama ini.

Baca Juga:

“Mari kita manfaatkan pangan lokal, pangan lokal itu punya nilai gizi tinggi. Tinggal bagaimana kita bisa mengolahnya supaya ada nilai tambah dan sudah ekspor ke Korea,” tambahnya.

Sementara itu, Sugiarto, salah seorang petani ubi jalar menceritakan, hasil panen ubi jalar yang bisa dihasilkan ada 40 ton per hektar, dengan harga jual Rp 3 ribu per kg. Alhasil, penerimaannya kurang lebih Rp 120 juta.

“Biaya produksi sekitar Rp 40 juta, jadi untung Rp 80 juta selama periode 6 bulan,” tuturnya.

“Usahatani ubi jalar di daerah ini menjanjikan sekali karena karena rata-rata pendapatan petani per bulan bisa Rp 12 juta,” tambah Sugiarto.

Di lokasi sama, Wagimin, Koordinator penyuluh pertanian Kecamatan Tawangmangu menyebutkan varietas yang diusahakan petani di daerah tersebut biasanya Manohara dan ubi Jepang.

“Karena memang varietas ini yang selama ini laku di pasaran,” tegasnya.{asa}

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *