Internasional

UEA Diduga akan Deportasi Uighur ke Tiongkok

Data Abudujilili Supi. (Foto: MEE)

Abu Dhabi: Seorang warga Uighur dilaporkan ditangkap otoritas Uni Emirat Arab. Abudujilili Supi ditangkap polisi UEA usai menunaikan salat di Masjid Abdullah bin Rawahah.

Padahal, Supi memiliki izin tinggal hingga 2021. Saat ini, Supi bekerja sebagai seorang muazin di sebuah organisasi keagamaan di Dubai.

Dilansir dari Al Jazeera, Kamis 27 Agustus 2018, istri dan keluarganya takut Supi akan dikirim kembali ke Tiongkok untuk dimasukkan ke dalam kamp penahanan.

Pasalnya, Supi adalah satu dari ratusan Uighur yang melarikan diri dari Xinjiang. Ia keluar dari Tiongkok pada 2012 dan masuk ke Mesir. Pada 2017, Supi pergi ke Uni Emirat Arab untuk belajar bahasa Inggris.

"Jika UEA mengirim Supi kembali ke Tiongkok, maka mereka mengirimnya kembali ke neraka," ucap adik laki-lakinya.

Hingga saat ini, tak diketahui di mana keberadaan Supi. Tak ada otoritas berwenang UEA yang memberitahu bagaimana keadaan Supi. Keluarga mencurigai bahwa UEA mempersiapkan deportasi Supi ke Xinjiang.

"Dalam beberapa bulan terakhir ia telah bekerja di beberapa masjid di Dubai dan tidak pernah bermasalah dengan hukum," tutur dia.

Keluarganya pun sempat bingung, dengan izin tinggal resmi yang diberikan pemerintah setempat, tiba-tiba Supi ditahan oleh polisi. 

Tak hanya UEA, Mesir pun pernah mendeportasi puluhan mahasiswa Uighur kembali ke Tiongkok pada 2017. Begitupun dengan Malaysia, Kamboja, Nepal, dan Thailand. Deportasi itu diketahui atas permintaan Pemerintah Tiongkok.

Human Rights Watch pun mengimbau agar negara-negara Teluk harusnya mencontoh negara-negara Eropa seperti Jerman dan Swedia yang berhenti mendeportasi Uighur kembali ke Tiongkok, dimana mereka kemungkinan akan menghadapi penganiayaan. 

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close