Pemerintahan

UKP PBM RI-Malaysia Akan Matangkan Hasil Kunjungan ke Tanjung Datu

 Setelah berlayar sekitar 17 jam, Utusan Khusus Presiden bidang Penetapan Batas Maritim (UKP PBM) Eddy Pratomo dan rombongan tiba di Tanjung Datu, Kec. Paloh, Kab. Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu (25/4) siang.
UKP PBM RI-Malaysia Eddy Pratomo menjelaskan, di daerah Tanjung Datu, yang merupakan titik awal penarikan klaim batas laut teritorial Indonesia Malaysia dilakukan, tim gabungan telah memeriksa kondisi suar serta tanda-tanda lain guna menjadi dasar bagi perundingan selamjutnya antara kedua negara.

Kegiatan Tim yang didukung oleh 2 kapal perang KRI Sembilang dan KRI Alamang, juga menyertakan unsur Kemlu, Pushidros Angkatan Laut dan Badan Informasi Geospasial, lanjut Eddy, juga mendengarkan informasi dari Camat Paloh, Koramil, Polsek serta Dinas Perhubungan setempat terkait aspek lain yang diperlukan.
“Utusan Khusus mengharapkan hasil kunjungan dapat memberikan masukan yang integratif guna memperkuat strategi perundingan RI-Malaysia,” ujar Eddy.
Ia menjelaskan, hasil kunjungan lapangan ke Tanjung Datu ini akan dibahas lebih lanjut dengan Tim Teknis, para pakar, dan penasihat dalam beberapa minggu ke depan.
Sebagaimana diketahui batas laut teritorial di wilayah Tanjung Datu masuk dalak salah satu segmen yang belum terselesaikan antara RI-Malaysia.
Usai sekitar 4 jam berada di Tanjung Datu, UKP PBM RI-Malaysia, Eddy Pratomo, dan rombongan kembali ke Pontianak dengan KRI Sembilang dan KRI Alamang kembali ke Pontianak, dan pada Kamis (26/4) sekitar pukul 07.00 WIB telah berhasil sandar di Dermaga Pelindo.
Tags

Artikel Terkait

Close
Close