Nasional

Ulama dan Umara Memiliki Domain Strategis Kehidupan Berbangsa

JAKARTA – Sinergi antara ulama dan umara harus terus ditingkatkan. Pasalnya, keduanya memiliki peran strategis dalam upaya membangun bangsa. Jika umara mempunyai tanggungjawab merealiasikan kesejahteraan umat, maka peran ulama adalah bertanggungjawab membangun moralitas umat.

Sinergi antara ulama dan umara ini menurut Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW) Hery Haryanto Azumi, menjadi sorotan penting MDHW merespon dinamika perkembangan yang terjadi saat ini dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kerjasama strategis keduanya menjadi kekuatan yang sekaligus menegaskan bahwa Islam dan Kebangsaan tidak bertentangan. Islam dan Kebangsaan justru memperkuat persaudaraan sebangsa (ukhuwah wathoniyah) sekaligus menumbuhkan semangat cinta tanah air (hubbul wathon),” ujarnya, Senin (12/3/2018).

Di sisi lain, para ulama harus bersatu apapun aliran dan kelompoknya. Para ulama harus mempunyai orientasi kebangsaan yang kuat. Sebab ulama posisinya menjadi ujung tombak persatuan umat.

Upaya membangun negara lanjut Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini bukan menjadi tanggungjawab satu pihak saja, melainkan semua pihak. Untuk itu diperlukan sinergi antar-seluruh elemen bangsa. Salah satu upayanya, Hery mencontohkan adalah bagaimana mempersempit kesenjangan antara yang kaya dan miskin.

“Dalam arena Rakernas I MDHW lalu, masalah mewujudkan kesejahteraan yang merata melalui pemberdayaan ekonomi umat menjadi salah satu poin rekomendasi. Termasuk di antaranya juga pada sektor pendidikan,” ujarnya. Di bidang pendidikan, Hery mengharapkan kepada pemerintah agar memperhatikan pendidikan di pesantren yang sama dengan pendidikan umum. Salah satunya bisa dengan mengalokasikan dana khusus untuk pengembangan kualitas pendidikan di pesantren.

“Karena pesantren adalah tempat bersemai dan tumbuhnya pendidikan kerakter bangsa sejak dini,” kata Hery. (sm/k9)

Tags

Artikel Terkait

Close
Close