Ungkit Kasus Hukum Riza Patria, Gerindra Tuding PSI Aneh dan Ugal-ugalan

  • Whatsapp
Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria

INDOPOLITIKA.COM – Wakil Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Adi Kurnia Setiadi mengecam cara berpolitik PSI yang dinilai aneh dan ugal-ugalan.

Pernyataan keras Adi ini menyusul usulan Ketua Fraksi PSI Idris Ahmad agar dua Cawagub yang diusung Partai Gerindra dan PKS menjalani ‘fit and proper test’. 

Baca juga:

Menurut Idris, hal ini perlu dilakukan lantaran Cawagub asal Gerindra, Ahmad Riza Patria tercatat pernah menjadi terdakwa kasus korupsi pada 2005 silam 

“Ngapain PSI ungkit-ungkit lagi Bang Riza yang pernah jadi terdakwa? Cara berpolitik PSI aneh dan ugal-ugalan,” kata Adi saat dihubungi wartawan, Sabtu (25/1/2020).

Menurut Adi, sepatutnya PSI mengetahui bahwa status hukum Riza Patria sudah jelas, yakni divonis bebas murni alias tidak bersalah. Adi yang berlatar belakang pengacara ini juga mengingatkan status hukum Riza sudah daluarsa. 

“Kasusnya sudah lama, sudah kadaluarsa atau otomatis gugur,” ujar Adi. 

Karenanya Adi mengingatkan politisi PSI dalam mencari panggung agar memilih cara-cara yang santun dan elegan. 

“Yang terpenting dalam berpolitik harus cerdas, jangan asal menyerang,” tegas Adi. 

Bukan cuma itu, kata Adi, karena bersih dari kasus korupsi, tak heran Riza Patria berhasil dua kali lolos menjadi Anggota DPR. Bahkan Riza dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR periode 2014-2019 dan saat ini sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR RI periode 2019-2024. 

Riza juga aktif berorganisasi. Ia pernah tercatat menjabat Ketua DPP KNPI periode 1999-2002 dan periode 2002-2005. Pada periode 2002-2005, Riza diketahui menjabat Ketua DPD KNPI Provinsi DKI Jakarta. 

Jabatan lain yang diemban Riza adalah Presidium Majelis Nasional KAHMI dan berbagai organisasi lainnya. 

Sebelumnya Riza menegaskan bahwa dirinya divonis tidak bersalah dan bebas murni. Riza mengungkapkan dalam kasus tersebut dirinya merupakan korban.

“Iya jadi tidak divonis bersalah justru saya diputuskan tidak bersalah. Jadi sebagaimana kita ketahui kasus yang lama tidak hanya sudah selesai tapi saya juga tidak bersalah. Justru saya di posisi menjadi korban dan dizalimi. Iya saya bersih,” ujar Riza di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2020) lalu.[ab] 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *