Internasional

Uni Eropa akan Laporkan Hasil Pengamatan Pemilu Zimbabwe

Massa pendukung Nelson Chamisa berkumpul di luar kantor MDC di Harare, Zimbabwe, 31 Juli 2018. (Foto: AFP/MARCO LONGARI)

Harare: Para pengamat dari Uni Eropa akan memberi laporan hasil pengamatan mereka mengenai seluk beluk pemilihan umum di Zimbabwe, Rabu 1 Agustus 2018.

Saat ini, warga Zimbabwe masih menunggu hasil pemungutan suara, yang digelar kali pertama tanpa mantan presiden Robert Mugabe.

Partai oposisi MDC, Selasa, mengklaim kemenangan untuk calon presidennya, Nelson Chamisa. Sementara partai berkuasa ZANU-PF mengklaim meraih mayoritas kursi parlemen.

Dilansir dari AFP, Komisi Pemilu Zimbabwe mengingatkan bahwa hasil penghitungan suara “belum” selesai, dan tidak akan ada pengumuman hingga paling lambat Sabtu mendatang.

Klaim kemenangan dari kedua kubu meningkatkan kemungkinan munculnya tuduhan kecurangan, atau bahkan pemilu putaran kedua pada 8 September.

Putaran kedua akan digelar jika tidak ada kandidat yang meraih setidaknya 50 persen dari total jumlah suara masuk. yang diberikan oleh 5,6 juta pemilih di Zimbabwe pada putaran pertama.

Hari ini, tim pemantau dari Uni Eropa akan menyampaikan laporan tentang pelaksanaan kampanye, pilpres, dan proses penghitungan suara di Zimbabwe.

Laporan pengawas UE ini akan menjadi hal penting bagi Presiden petahana Emmerson Mnangagwa, 75, yang mempertaruhkan reputasinya setelah berjanji akan menggelar pemilu yang kredibel dan adil.

“Ada beberapa hal yang harus kami periksa. Kami belum tahu apakah hal ini bagian dari sebuah pola,” kata pengamat utama Uni Eropa di Zimbabwe, Elmar Brok, kepada AFP.

Pengamat dari Komunitas Pembangunan Afrika Selatan dan Uni Afrika juga akan menyampaikan laporan mereka mengenai pemilu di Zimbabwe tentang jajak pendapat.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close