Untuk Anak Jangan Coba-Coba, Kasus COVID-19 pada Anak Masih Tinggi

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pemerintah diminta agar tidak menjadikan anak sebagai bahan percobaan dengan cara memulai kembali kegiatan sekolah dikarenakan kasus covid-19 terhadap anak masih tinggi.

Hal itu diungkapkan ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR. dr. Aman Bhakti Pulungan. Ia meminta agar berbagai pihak mendengarkan imbauan dan masukkan dari dokter anak Indonesia. Sebab, angka kasus covid-19 kepada anak masih terus naik setiap minggunya.

Bacaan Lainnya

“Satu hal, untuk anak terutama jiwa anak dan kesehatan anak jangan coba-coba. Menurut kami anak itu belum cukup aman. Kasus anak ya masih di atas 100. Kita melihat bahwa angkanya bagi kami anak itu masih meningkat tiap minggu,” katanya sebagaimana dikutip dari RRI, Kamis (28/5/2020).

Aman mengungkap bahwa pemerintah sebenarnya sudah mengajak IDAI rapat bersama kementerian dan lembaga lainnya. Namun, ia sendiri menganggap tim gugus tugas covid-19 belum terlihat siap untuk menerapkan kebijakan new normal di sekolah.

“Memang ada wacana tapi semuanya harus dipersiapkan dulu secara matang dan kalau saya melihat bahwa tim gugus tugas juga terlihat belum siap untuk mempersiapkan ini. Kami melihat dari dokter anak itu ada banyak sekali item yang harus disiapkan ada hampir 30 item,” jelasnya.

Jika kebijakan sekolah kembali diterapkan, ia meminta agar pemerintah menerapkan inform concern kepada orang tua. Inform concern sendiri maksudnya adalah adanya keterbukaan informasi yang bersifat transparansi dan harus selalu disampaikan kepada orang tua siswa/anak.

“Dijelaskan semua sama orang tua, semuanya, dari mulai resikonya, bisa sakit, meninggal dan harus sukarela. Kita tidak boleh membuat trial ini kepada anak tanpa memberi tahu resikonya kepada orang tua, tidak etis kalau begitu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana memulai kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru 2020/2021, yakni pada 13 Juli 2020.

Namun, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan bahwa ia belum mengambil keputusan. Nadiem mengaku masih menunggu arahan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *