Upaya Atasi Banjir, BPBD DKI Bakal Tambah Enam Toa Banjir

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pemprov DKI Jakarta segera beli 20 alat Digital Warning System (DWS) di Daerah Aliran Sungai (DAS). Tahun ini sedikitnya akan ada penambahan enam set yang rencananya dipasang di enam titik dengan anggaran Rp 4 miliar.

Kepala Pusdatin BPBD DKI Jakarta Mohammad Insyaf mengatakan sesuai dengan nilai yang ada di e- budgeting, pengadaan enam set DWS tahun ini sebesar Rp 4,03 miliar.

Bacaan Lainnya

“Jadi dana Rp4 miliar yang disiapkan tahun ini adalah untuk pengadaan enam set alat DWS di enam titik bukan hanya speaker,” kata Mohammad Insyaf ketika dihubungi, Sabtu (18/1/2020).

Insyaf menyebutkan enam titik DWS tersebut, akan ditempatkan di enam kelurahan. Yakni di Bukit Duri, Kebon Baru, Kedaung Kali Angke, Cengkareng Barat, Rawa Terate dan Marunda.

Menurutnya, enam itu sudah memenuhi kebutuhan di DAS dan menambah yang sudah ada sebelumnya 14 titik.

Insyaf menjelaskan DWS tersebut berupa pengeras suara atau toa jarak jauh. Setiap DWS terdiri dari empat pengeras suara yang dipasang di satu tiang mengarah ke empat mata penjuru angin, dengan jarak dengar mencapai hingga 500 meter.

Insyaf menyebutkan DWS tersebut terkoneksi dengan sistem peringatan dini banjir. Menurut dia, saat tinggi muka air bendungan atau pintu air mencapai siaga 3, DWS secara otomatis akan berbunyi sebagai peringatan banjir kepada warga

“Ini (toa) berbunyi saat pintu air siaga 3, bersamaan dengan peringatan dini yang dikirimkan SMS blast dan WhatsApp grup kelurahan-kelurahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, selain pengadaan DWS, BPBD juga menganggarkan biaya pemeliharaan alat DWS yang keduanya dianggarkan dalam nomenklatur pemeliharaan dan pengembangan Pusdatin (DIMS, EWS, Medsos, & Call Center 112).

Untuk pemeliharaan DWS, BPBD menganggarkan Rp 165 juta untuk 14 set alat DWS di 14 titik. Adapun 14 set alat DWS yang terdapat di 14 kelurahan.

Pertama Jakarta Selatan, di Ulujami, Petogogan, Cipulir, Pengadegan, Cilandak Timur, Pejaten Timur. Kedua Jakarta Barat, di Rawa Buaya, Kapuk, Kembangan Utara. Ketiga Jakarta Timur, di  Kampung Melayu, Bidara Cina, Cawang, Cipinang Melayu, Kebon Pala.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *