Update Covid-19 Tangsel: Bertambah 82 Kasus, 3 Pasien Meninggal, Sembuh 50 Orang, Total Positif 4.492   

  • Whatsapp
TPU Jombang, Ciputat Tangsel, yang disediakan khusus jenazah pasien Covid-19.

INDOPOLITIKA.COM – Kasus baru positif Covid-19 di Kota Tangerang Selatan terus bertambah. Guna menekan angka covid ini, berbagai cara dilakukan pemerintah setempat. Mulai dari PSBB hingga memberikan sanksi tidak biasa kepada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. Yakni diajakan berdoa di makan khusus pasien Covid di TPU Jombang, Ciputat.

Meski tengah berupaya keras menekan laju kasus Covid itu, kabar kurang menggembirakan justru masih menghantui Pemkot Tangsel. Seperti pada Kamis (21/1/2021) ini. Berdasarkan data update Satgas Covid-19, tercatat ada penambahan sebanyak 82 kasus baru positif Covid. Total kini jumlahnya mencapai 4.492.

Berita Lainnya

Kabar gembiranya, sebanyak 50 pasien dinyatakan sembuh. Sehingga total pasien sembuh menyentuh angka 3.692. sedangkan pasien masih dirawat 555 dan pasien meninggal total kini 245. Dimana pada hari ini tercatat ada tambahan 3 pasien baru meninggal.

Sementara itu, salah satu langkah yang ditempuh Pemkot Tangsel untuk melakukan karantina pasien orang tanpa gejala (OTG), yakni membangun tenda di Rumah Lawan Covid-19 (RLC). RLC yang menggunakan bangunan Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) kawasan Tandon Ciater, Serpong, saat ini memiliki kapasitas 150 tempat tidur.

Koordinator RLC Tangsel, Suhara Manullang mengatakan, konsep rumah yang selama ini diterapkan RLC akan sedikit bergeser menjadi kemah. Meski tidak ingin dikatakan mewah namun, ia mencontohkan dengan istilah glamour camping (glamping).

“Konsepnya glamping, kalau di singkat glamour camping. Walaupun glamour ini mohon untuk tidak dimaknai bukan untuk glamour mewah tapi, pendekatan kemanusiaan lah,” ujarnya, kemarin.

Suhara menambahkan, dengan konsep kemah yang seperti rekreasi, diharapkan bisa memberikan dampak yang baik sehingga pasien tidak stres.

“Karena ibu Walikota dengan presentase kesembuhan di zona satu yang existing sekarang kan 99,6 persen betul bahwa pendekatan bagi OTG dan gejala ringan adalah suasana kebatinan jangan stres. Jadi diharapkan mode glamping ini seperti liburan lah,” tambahnya.

Untuk menambah 150 kapasitas tempat tidur karantina, akan dibangun 16 tenda. Pembangunannya sudah dimulai sejak Senin (19/1). Suhara mengatur area pembangunan yang akan banyak pekerja dengan area pasien Covid-19, jangan sampai jaraknya berdekatan.

“Itu area yang terbuka hubungan yang biasanya dilakukan aktifitas oleh pasien di RLC, baik berjemur, berolahraga dan menjemur pakaian dan sebagainya,” jelasnya. [ind]

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *