Update Korban Gempa Malang: 300 Rumah Rusak, 8 Meninggal Dunia, Berikut Identitasnya

  • Whatsapp
RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Roboh akibat Gempa

INDOPOLITIKA.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa lebih dari 300 rumah rusak ringan hingga berat akibat gempa dengan magnitudo 6,1 di sejumlah wilayah Provinsi Jawa Timur.

Sementara untuk korban jiwa, delapan orang dilaporkan tewas, di mana lima orang di antaranya berasal dari Kabupaten Lumajang. Dalam kecelakaan tersebut ada dua orang tewas, yakni pasangan suami istri asal Desa Tempurejo, Kabupaten Lumajang, yang tewas tertimpa batu besar.

Berita Lainnya

Sementara enam korban lainnya tertimpa material bangunan rumah yang roboh akibat gempa bermagnitudo 6.1 tersebut.

Untuk korban tewas di Lumajang sebagian besar berasal dari Kecamatan Tempusari.

Sementara, pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur menetapkan status tanggap darurat gempa bumi pasca terjadinya gempa berkekuatan magnitudo 6.1, pada Sabtu (10/4), sekitar pukul 14.00 WIB.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono mengatakan, sebanyak 21 Kecamatan di wilayah tersebut terdampak gempa dengan pusat gempa di barat daya daerah itu.

“Kami menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi,” kata Sadono dikutip dari Antara, Minggu (11/4/2021).

Sebanyak 21 kecamatan tersebut, lanjut Sadono, beberapa di antaranya adalah di Gondanglegi, Sumberpucung, Gedangan, Turen, Dampit dan Poncokusumo. Selain itu juga di Sumbermanjing Wetan, Kalipare, Wagir, Wajak, dan Jabung.

Sementara di Malang berasal dari Ampelgading.

Berikut identitas ke-8 korban tewas:

1. Ahmad Fadholi (laki-laki), warga Desa Tempurejo, Kecamatan Tempursari.

2. Sri Yani (perempuan), warga Desa Tempurejo, Kecamatan Tempursari. 3. Saden (laki-laki), warga Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe.

4. Juwanto (laki-laki), warga Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari.

5. Nasar (laki-laki), warga Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari.

6. Imam (laki-laki), warga Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading.

7. Munadi (laki-laki), warga Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading.

8. Misni (perempuan), warga Desa Tamansari, Kecamatan Ampelgading. [rif]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *