Usai Cina, Giliran Korsel yang Terkena Wabah Virus Corona

  • Whatsapp
Liu Zhiming, direktur Rumah Sakit Wuchang, Wuhan dikabarkan meninggal dunia akibat infeksi virus corona. (dok. Chinatopix via AP)

INDOPOLITIKA.COM – Di saat Virus corona atau COVID-19 telah memudar di Cina, giliran Korea Selatan (Korsel) yang terkena. Jumlah penderita COVID-19 melonjak di Korsel hingga ratusan orang.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel menyatakan, pada Sabtu (2/2/2020) ini mencatat ada 142 kasus virus corona baru di Kosel. Kini, jumlah individu yang terjangkit corona mencapai 346 orang.

Bacaan Lainnya

Melalui akun Twitter, Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Koresel mengimbau wisatawan asal Indonesia agar sementara waktu tidak berkunjung ke Daegu, Korea Selatan, karena adanya lonjakan korban yang terjangkit virus tersebut.

“Bagi Wisatawan Indonesia, disarankan menunda dulu kunjungan ke Daegu dan sekitarnya hingga penyebaran virus telah selesai dan tertangani dengan baik. Jaga kesehatan ya! Lindungi diri dan keluarga tercinta dari bahaya virus novelcorona,” tulis KBRI Seoul dalam akun Twitternya, Sabtu (22/2/2020).

Masih melalui Twitter, KBRI Seoul juga meminta seluruh WNI yang berada di kota tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan virus corona.

“Ayo kita tingkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih, menjauhi lokasi yang disinyalir menjadi tempat penyebaran virus, dan senantiasa mengikuti perkembangan berita tentang COVID-19 di wilayah sekitar juga mengikuti arahan pemerintah setempat,” tulis KBRI Seoul.

Daegu, kota yang berjarak 200 kilometer dari Seoul, disinyalir sebagai pusat penyebaran virus corona di Korea Selatan. Virus tersebut pertama kali menjangkiti seorang wanita berusia 61 tahun yang berada di Gereja Yesus Shincheonji cabang Daegu. Wanita itulah yang menjadi sumber penyebaran virus di kota tersebut.

Wanita tersebut menulari setidaknya 37 jemaah gereja itu, lalu kemudian menyebar ke luar gereja. Sebanyak 90 jemaat suspect virus corona akan segera menjalani pemeriksaan medis.

Sementara itu, pemerintah kota Daegu meminta 1.001 jemaat Gereja Yesus Shincheonji untuk mengarantina diri dan melapor jika mengalami gejala. Gereja Yesus Shincheonji juga dibersihkan dengan disinfektan untuk mematikan virus.

Peristiwa ini juga menyebabkan kota Daegu bak kota hantu karena 2,5 juta populasinya memutuskan untuk tetap tinggal di rumah.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *