Usai Keluarkan SK Drop Out Ratusan Mahasiswa, Rektor UIN Jakarta Akui Adanya Kesalahan Prosedural

  • Whatsapp
Landmark UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (ist)

Kalangan civitas akademia Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dikejutkan dengan beredarnya Surat Keterangan (SK) pemberhentian (drop out) 828 mahasiswa di media sosial What Apps pada Kamis malam (1/8/2019).

Setelah ramai diperbincangkan, Rektor UIN Jakarta Prof Amany Lubis mencabut SK tersebut dengan alasan ada kesalahan prosedural berkaitan dengan data mahasiswa yang aktif dan sudah tidak aktif. dilansir dari Tirto.id SK tersebut dicabut per tanggal 2 Agustus 2019.

Berita Lainnya

Padahal, jika merujuk SK pemberhentian 828 mahasiswa UIN Jakarta tersebut tertanggal 4 Maret 2019. Terdapat rentan waktu hampir 4 bulan sebelum SK tersebut dicabut untuk pengoreksian data sebelum disebar ke publik.

Rektor perempuan pertama di UIN Jakarta tersebut membela diri dengan menyebutkan SK itu tidak pernah berlaku, karena dirinya tidak mengingikan ada mahasiswa yang di drop out dari kampusnya.

“Kebijakan saya mahasiswa tidak boleh putus kuliah, harus diupayakan dengan berbagai cara agar mereka lulus. Lembaga keuangan UIN Jakarta siap membantu untuk mereka sehingga tidak ada yang putus kuliah,” ujarnya seperti yang dilansir Tirto.id.

Menanggapi sembrautnya kebijakan kampus di UIN Jakarta, Presiden Mahasiswa UIN Jakarta Sultan Rivandi menyayangkan kebijakan rektorat yang terkesan tanpa pertimbangan yang matang dan asal jadi. Setelah ramai beredar baru melakukan klarifikasi.

“Seyogyanya dalam pengambilan sebuah kebijakan ada mekanismenya, tidak asal-asalan dan membuat kegaduhan seperti ini, apalagi sekelas Universitas yang katanya sedang berupaya menjadi World Class University. saya juga menanyakan ke beberapa pihak birokrat kampus seperti Warek dan Wadek kemahasiswaan mereka juga tidak mengetahui SK tersebut,” ucapnya saat diwawancarai.

Selanjutnya, ia berharap ini menjadi bahan evaluasi pihak kampus dalam membuat kebijakan dan pihak rektorat harus meminta maaf kepada segenap civitas akademia UIN Jakarta terutama nama-nama yang tidak seharusnya ada di SK tersebut. Karena berkaitan dengan nama baik UIN Jakarta.

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *