Usut Tuntas! Diduga Pejabat di Kabupaten Karawang Aniaya 2 Wartawan Hingga Dicekoki Air Kencing

Ilustrasi. Aksi solidaritas di kawasan Tugu Adipura, Kota Tangerang, Banten, Rabu 31 Maret 2021. Mereka menuntut pihak berwenang untuk mengusut tuntas oknum pelaku kekerasan terhadap wartawan Tempo, Nurhadi dan kasus kekerasan terhadap wartawan lainnya. ANTARA FOTO/Fauzan

INDOPOLITIKA.COM – Dua orang wartawan di Karawang diduga menjadi korban penganiayaan oleh pejabat Karawang yakni Gusti Sevtian Gumilar Pemred AlexaNews.id dan Zaenal Mustofa.

Keduanya selain disiksa, bahkan diduga dipaksa minum air kencing oleh pejabat tersebut.

Adapun kronologis peristiwa ketika Gusti meliput acara launching Persika 1951. Usai acara, Gusti yang saat itu masih berada di stadion Singaperbangsa Karawang, dibawa oleh orang yang mengaku suruhan seorang pejabat Karwang berinisial A.

Gusti dibawa ke bekas kantor PSSI Karawang. Sesampainya di kantor tersebut, ruangan langsung ditutup dan tidak boleh ada yang masuk selain orang-orang dari yang mengaku suruhan pejabat berinisial A dan korban. Bahkan alat kerjanya sebagai wartawan seperti handpone dirampas.

Selang waktu beberapa saat setelah korban di bawa ke ruangan tersebut, korban mulai mendapat penganiayaan berupa pukulan dari sejumlah orang yang berada di ruangan. Bahkan menurut laporan korban oknum pejabat A hadir di ruangan itu dan mencekoki korban dengan air kencing sebanyak tiga kali.

Selain itu, korban pun mendapat hantaman kepala dan tinju di beberapa bagian tubuhnya. Gusti dilarang melapor dan jika diketahui melapor, keluarganya akan dihabisi.

Korban dapat ke luar dari ruangan itu setelah dijemput oleh salah seorang keluarganya yang mengetahui korban ada di ruang itu. Koban mengalami penyekapan satu malam, yakni Sabtu malam hingga Minggu dini hari.

Korban dianiyaya dari malam hingga pagi hari hingga tak dasarkan diri. Setelah diselamatkan anggota keluarganya, korban dibawa ke salah satu kantor Dinas dan baru pulang pukul 18.00 WIB pada Minggu sore (18/9/2022).

Sedangkan korban lainya, Zaenal dijemput dari rumahnya pukul 04.00 WIB pada hari Minggu. Setelah berada di dalam mobil, Zaenal terus menerus disiksa. Karena siksaan itu, Zaenal Mustofa mengalami luka robek di bagian kepala.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jabar Hilman Hidayat membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, kasus ini pun telah dilaporkan kepada kepolisian Polres Karawang.

“PWI Provinsi Jawa Barat mengutuk keras tindak kekerasan terhadap dua orang wartawan di Kabupaten Karawang. Karena itu PWI Jabar mendesak kepolisian mengusut tuntas peristiwa itu dan menangkap para terduga pelaku penganiayaan,” kata Hilman dalam siaran persnya dikutip Republika.co.id.

Akibat perbuatan yang dialaminya, Gusti dan Zaenal melapor ke Polres Karawang didampingi puluhan wartawan. Laporan tersebut tercatat dengan nomor laporan STTLP/174/IX/2022/SPKT.RESKRIM/POLRES KARAWANG/POLDA JAWA BARAT, Senin 19 September 2022.

Sementara itu, Kapolres Karawang memastikan akan mengusut tuntas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan yang dialami dua orang wartawan.

“Kami telah menerima laporan dari korban, langsung saya meminta Kasatreskrim untuk membentuk tim khusus dan melakukan langkah-langkah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono.

“Saya menekankan Kasatreskrim untuk diperhatikan, agar diproses sesuai prosedur hukum. Akan kita usut secara tuntas,” tambahnya. [Red]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *