Vaksin Nusantara Disebut Hanya Untuk Orang Kaya, Epideomiologi: Ini Bukan Vaksin, Tapi Terapi Sel

  • Whatsapp
Ilustrasi vaksin virus corona

INDOPOLITIKA.COM – Ahli epideomiologi Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono menilai, vaksin CoronaVac yang saat ini sudah digunakan untuk memvaksinasi masyarakat umum sudah cukup efektif. Sementara Vaksin Nusantara yang saat ini sedang dikembangkan hanya bisa digunakan oleh masyarakat yang berduit.

“Ini sebenarnya bukan vaksin, tapi terapi sel dendritik yang prosesnya lebih susah dan mahal. Jadi tidak tepat disebut vaksin,” kata Miko melansir Republika.co.id, Kamis, (14/4/2021).

Berita Lainnya

Seperti halnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Miko tidak menyetujui penyebutan vaksin pada Vaksin Nusantara. Pasalnya, yang disebut vaksin itu sebenarnya adalah sel dendritik yang merupakan salah satu bentuk terapi pengobatan.

Miko menjelaskan, bahwa vaksin berisi antigen yang merupakan bagian dari virus atau virus yang dilemahkan dan dapat memicu tumbuhnya antibodi di dalam tubuh seseorang yang disuntik. Akan tetapi, yang disebutvaksin Nusantaraini menggunakan bahan serum darah dari masing-masing individu yang dikenalkan ke antigen virus corona, kemudian disuntikkan lagi ke dalam tubuh.

Ini merupakan terapi pengobatan kanker dan dinilai sebagai cara yang terlalu mahal untuk mengobati Covid-19. “Ini memang berguna, tapi tidak bisa digunakan oleh masyarakat secara umum, hanya orang-orang kaya saja. Vaksin yang sudah ada sudah cukup efektif,” ujar Miko.

Diketahui, pada Rabu (14/4/2021) para anggota legislatif melakukan uji klinis fase II vaksin yang digagas oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di RSPAD Gatot Subroto. [ind]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *