Veri Muhlis: Sabar, Mahasiswa Kasih Waktu Jokowi Terbitkan Perppu Ya…  

  • Whatsapp
Veri Muchlis Ariffuzaman, dalam sebuah kesempatan acara.

INDOPOLITIKA.COM- Sesungguhnya pesan yang disampaikan mahasiswa sudah ditangkap presiden. Itu terbukti dengan adanya pernyataan mempertimbangkan untuk mengeluarkan perppu UU KPK. Sementara penolakan mahasiswa atas berbagai RUU kontroversial ditanggapi dengan menunda pengesahannya dan membuka ruang untuk koreksi.

Demikian pernyataan tersebut disampaikan pengamat  politik Veri Muhlis Arifuzzaman, saat dihubungi indopolitika.com, Minggu, (29/9). Menurut Veri, untuk membuat perppu UU KPK tentu dibutuhkan waktu, paling tidak butuh tim teknis untuk membuatnya agar tidak kembali memunculkan penolakan. Prinsipnya upaya pelemahan KPK yang dituduhkan harus diganti dengan penguatan. Belum lagi soal menghadapi partai politik yang kukuh menolak perppu dan sudah mulai berekasi keras, salah satunya ditandai dengan pengunduran diri Menkumham yang merupakan kader partai.

Berita Lainnya

“Jadi seharusnya para mahasiswa bisa memberi waktu kepada presiden untuk mengambil kebijakan guna memenuhi tuntutan mereka. Lebih bagus lagi kalau membantu memberi naskah konsep atau sejenisnya, karenanya dialog langsung sebenarnya diperlukan,” ujarnya.

Namun demikian Veri menilai mahasiswa memang memiliki cara sendiri untuk melakukan bargaining position. Hal mana kadang sulit dipahami oleh generasi di atasnya. Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa IAIN/UIN Jakarta tahun 1997/1998 ini mengingatkan, para pemimpin gerakan mahasiswa zaman now untuk menjaga kemurnian gerakan karena upaya penunggangan, pemanfaatan dan provokasi akan selalu ada.

Veri yang juga aktivis mahasiswa 98 ini menyampaikan, tak bisa dipungkiri, gerakan demonstrasi mahasiswa yang massif kemarin cukup mengagetkan, sehingga sesungguhnya baik pemerintah maupun oposisi bahkan kelompok anti pemerintah tak sempat mengantisipasi gerakan itu. Sederhananya, semua kecele.

Ternyata generasi milenial yang biasa berenang di gelombang gawai sosial media bisa bergerak serempak turun ke lapangan dan melakukan tuntutan. “Kondisi ini tentu memberi ruang bagi kelompok kepentingan untuk memanfaatkannya. Namun saya melihat, upaya menyeret demonstrasi mahasiswa untuk menjatuhkan Presiden Jokowi telah gagal, karena para mahasiswa telah menarik garis keras pada isu dan tuntutan yang diajukan,” katanya.

Veri menekankan pentingnya aparat keamanan menemani para mahasiswa yang murni mengajukan tuntutan. Gerakan mereka harus dipisahkan secara tegas dari gerakan anti pemerintah dan gerakan yang menghendaki gagalnya pelantikan presiden Jokowi untuk periode kedua.

Apalagi para mahasiswa sudah secara lugas menyatakan tuntutan mereka berfokus pada menolak revisi UU KPK dan beberapa RUU yang dipandang kontroversial. “Aparat keamanan dan intelijen pasti punya data dan tentu punya cara membedakan mana gerakan murni dan mana gerakan makar, begitu sederhananya kira-kira,” pungkasnya.[asa]

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *