Veronica Koman Diminta Serahkan Diri atau Diburu Sebagai DPO

Akun Medsos Masih Nge-Twit Soal Papua
  • Whatsapp
Veronica Koman

INDOPOLITIKA- Keberadaan tersangka dugaan provokasi dan penyebaran berita bohong, Veronica Koman belum terlacak. Hingga kini, aparat kepolisian pun masih “memberikan” kesempatan kepada aktivis HAM itu untuk menyerahkan diri atau akan ditetapkan sebagai Daftar pencarian orang (DPO). Di lain pihak, akun @VeronicaKoman dipantau masih mencuitkan isu konflik Papua di akun media sosialnya.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan melalui keluarganya, polisi berharap Veronica mau memenuhi panggilan kepolisian. Mengingat yang bersangkutan adalah Warga Negara Indonesia.

Baca Juga:

Jika pendekatan melului keluarga, barulah polisi menerbitkan DPO untuk Veronica. “Kami berharap yang bersangkutan akan datang ke Indonesia mempertanggungjawabkan perbuatannya. Untuk DPO masih proses, pekan depan akan diterbitkan,” kata Luki, di Mapolda Jatim, Sabtu (7/9).
Surat pemanggilan sebagai tersangka sendiri, kata Luki sudah dilayangkan ke dua alamat Veronica di Jakarta, Indonesia. Namun pengacara Hak Asasi Manusia itu saat ini tengah berada di luar negeri. “Kami juga sudah melayangkan surat panggilan kepada tersangka (VK) ke dua alamat yang ada di Indonesia yaitu di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Tim kami sudah ada di sana,” katanya.

Sementara, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memitigasi akun medsos Veronica. “Ya tentu Kemenkominfo, BSSN, dan Siber Bareskrim akan mengambil langkah-langkah untuk memitigasinya. Ya itulah blokir, take down dan warning,” ungkap Dedi.

Veronica dijerat pasal berlapis dari UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), KUHP, UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dan UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *