Via Vallen Jadi Korban Kabut Asap

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.com – Artis Via Vallen nyaris menjadi korban kabut asap kebakaran hutan (Karhutla) yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Ia mengaku mengaku penerbangannya tertunda akibat kabut asap.

Via mengunggah kondisi yang dialaminya tersebut lewat akun Instagram miliknya. Dalam foto swafoto tersebut tampak Via Vallen tengah berbaring di kasur mengenakan pakaian berwarna hitam dengan rambut terurai.

Baca Juga:

“Alhamdulillah sampai juga setelah penerbangan ditunda-tunda karena kabut asap,” tulis Via Vallen seperti dikutip dari keterangan foto Instagram.

Unggahan foto Via Vallen tersebut mendapat banyak tanggapan dari warganet.

“Hati-hati ya kak Via, semoga acaranya lancar, kabut asap di Sumatera lagi parah,” tulis warganet.

“Semoga sukses kak Via Vallen acaranya, dan jangan lupa jaga kesehatan kak, soalnya banyak kabut,” komentar pengguna Instagram yang lain.

Berdasarkan data Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes menyebut 100.000 lebih mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kabut asap.

Dari data tersebut sebanyak 15.346 orang Riau menderita ISPA pada 1-15 September 2019.

Di Sumatera Selatan dari Maret-September sejumlah 76.236 orang, dengan penderita terbanyak berasal dari kota Palembang.

Untuk Kalimantan Barat, data terakhir yang tersedia pada bulan Juli menyebut 15.468 orang terinfeksi ISPA. Sementara di Kalimantan Tengah dari Mei–September sejumlah 11.758 orang, dengan terbanyak ada di Palangka Raya.

Untuk Kalimantan Selatan, per Juni-Agustus sebanyak 10.364 orang terinfeksi ISPA, dengan angka tertinggi di Banjarbaru.
Sekretaris Jenderal Kemenkes drg. Oscar Primadi, MPH mengimbau masyarakat di wilayah terdampak Karhutla untuk memanfaatkan pos kesehatan bila terasa sesak.

Pos kesehatan telah disediakan di masing-masing wilayah. Untuk sementara jumlah pos kesehatan yang diterima Kemenkes di antaranya 15 pos di Palangkaraya, 39 pos di Jambi dan menyiagakan 168 Puskesmas.

Di Kalimantan Selatan ada 16 pos kesehatan, sementara di Riau, seluruh RS diimbau mendirikan pos kesehatan, dan seluruh Puskesmas disiagakan.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *