VIDEO: Tegas, Rukun Nelayan Sepempang Tolak Kehadiran Nelayan Pantura di Natuna  

  • Whatsapp
Rukun Nelayan Desa Sepempang Sejahtera, menolak kedatangan nelayan Pantura.

INDOPOLITIKA.COM – Rukun Nelayan Desa Sepempang Sejahtera, Natuna, Kepulauan Riau, dengan tegas menolak rencana kedatangan nelayan Pantura di pulau tersebut. Alasanya, selain masih sanggup beroperasi jauh meski dengan peralatan seadanya, mereka juga tidak ingin peralatan modern yang akan digunakan nelayan Pantura merusak biota laut setempat.

Video penolakan tersebut dibagikan akun@ikanlautan_id, dikutip indopolitika.com, Senin (13/1/2020). Dari video ini, ada beberapa alasan utama kenapa mereka menolak kedatangan nelayan Pantura ke Natuna. “Kami Rukun Nelayan Desa Sepempang Sejahtera, dengan ini menyatakan bahwa kami nelayan Sepempang menolak kedatangan nelayan Pantura kelautan Natuna yang menggunakan alat cantrang,” tegas salah seorang coordinator nelayan dalam video tersebut.

Bacaan Lainnya

Pertimbangannya, lanjut dia, bahwa alat ini merupakan alat yang dapat merusak sumber daya laut termasuk sumber daya ikan. Hal ini akan mengancam mata pencaharian nelayan itu sendiri. Selain itu, nelayan Pantura menggunakan peralatan modern dan kapal yang besar. Sehingga jelas akan menjadi saingan nelayan Natuna yang masih menggunakan armada kecil dan peralatan sederhana. “Hal ini akan menjadikan nelayan Natuna ketinggalan dan tersisihkan,” jelasnya.

Karenanya, mereka meminta kepada pemerintahan Natuna dan pemerintahan pusat, agar mereka dibantu dan diberdayakan agar menjadi nelayan besar. Mendatangkan nelayan Pantura ke Natuna juga bukan solusi menurut mereka.

“Kami mengharapkan sekali, bahwa tolong berdayakan nelayan Natuna, karena kami masih sanggup juga beroperasional ke ZTE dengan catatan kami harus dibantu, karena kami masih nelayan sederhana, nelayan tradisional,” imbuhnya.

“Jadi untuk itu, tolong bantu para nelayan Natuna dengan memberdayakanya sehingga menjadi nelayan besar bukan dengan cara mendatangkan nelayan Pantura ke Natuna. Natuna tetap jaya. Tolak kedatangan nelayan Pantura,” teriak mereka serentak.{asa}

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *