INDOPOLITIKA – Vietnam melakukam come back dramatis dalam laga final sepak bola putra SEA Games 2025. Anak asuh Kim Sang-sik sukses merebut medali emas usai mengalahkan Thailand 3-2.
Bermain di Stadion Rajamangala, Bangkok pada 18 Desember, Vietnam sempat tertinggal dua gol setelah lebih dari 30 menit.
Skenario buruk tampaknya akan segera terjadi bagi tim tamu. Namun, skuad Kim bangkit, menyamakan kedudukan di babak kedua dan mencetak gol penentu di babak tambahan waktu untuk memenangkan medali emas di SEA Games ke-33.
Pelatih Kim Sang-sik mengatakan bahwa ia sangat bangga karena para pemain Vietnam tidak menyerah meskipun tertinggal dua gol.
“Saya sangat senang telah memenangkan medali emas SEA Games untuk pertama kalinya. Ini semua berkat usaha dan semangat pantang menyerah para pemain, meskipun kami tertinggal 2-0,” katanya.
“Terima kasih kepada para pemain yang telah mewujudkan prestasi ini,” sambungnya.
Menurut pelatih asal Korea Selatan itu, saat jeda pertandingan, staf pelatih tidak memarahi para pemain tetapi fokus pada menjaga ketenangan dan kepercayaan diri.
“Saya hanya berbicara dengan lembut kepada para pemain, memberi tahu mereka bahwa kita masih memiliki kesempatan dan kita tidak boleh menyerah. Kita harus berjuang sampai akhir dan tidak membiarkan pertandingan ini berakhir dengan penyesalan,” ujarnya.
Pelatih Kim mengakui bahwa para pemain agak tertekan di babak pertama. Menurutnya, suasana meriah di Stadion Rajamangala menyebabkan beberapa pemainnya memulai pertandingan dengan buruk, dan “tampak sedikit lesu, kehilangan kepercayaan diri.
“Tetapi semakin lama mereka bermain, semakin percaya diri dan semakin baik mereka. Saya sangat bangga akan hal itu,” tegasnya.
Dalam mengevaluasi penampilan individu, pelatih Korea Selatan memuji kapten Nguyen Dinh Bac atas gol penaltinya pada menit ke-49.
Ia mencatat bahwa striker nomor 7 itu telah berusaha sebaik mungkin, tetapi karena berpartisipasi dalam serangan dan pertahanan, staminanya terkuras dan ia tidak dapat tampil 100%.
“Sepanjang turnamen, Dinh Bac telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kesuksesan tim secara keseluruhan,” katanya.
Pelatih Kim juga tidak lupa berterima kasih kepada para penggemar, menyatakan bahwa dukungan dari para penonton di stadion dan dari rumah merupakan sumber motivasi yang besar bagi seluruh tim.
Ia menegaskan bahwa dukungan ini memberi para pemain lebih banyak kepercayaan diri untuk tidak menyerah.
Kemenangan melawan Thailand membantu Pelatih Kim mencetak sejarah sebagai pelatih pertama yang memenangkan Piala ASEAN, Kejuaraan Asia Tenggara U23, dan SEA Games.
Namun, ia percaya gelar tersebut hanyalah permulaan. Menurut legenda sepak bola Korea Selatan ini, para pemain akan mendapatkan lebih banyak kepercayaan diri untuk mengincar tujuan yang lebih besar.
“Pengalaman di turnamen ini akan membantu para pemain mengumpulkan lebih banyak pengalaman dan karakter,” katanya.
“Kami akan berusaha tampil lebih baik lagi di Kejuaraan Asia U23 pada Januari 2026,” tutupnya. (Red)












Tinggalkan Balasan