Viral CNN Beritakan 300 WNA Cina Ilegal Bawa Senpi Ditahan Imigrasi, Begini Faktanya

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Ramai informasi yang memuat logo CNN Indonesia dan mengklaim Dinas Imigrasi menahan 300 Warga Negara Asing (WNA) asal China yang membawa 3.000 senjata api dan 5.000 peluru di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Pada gambar yang beredar tersebut dituliskan narasi dan sejumlah foto yang menampilkan gambar peluru, senjata api, dan barisan orang yang seakan menggambarkan sebagai WNA Cina.

Bacaan Lainnya

Dalam informasi yang beredar tersebut, narasinya berbunyi:
Disaat Rezim pemerintah menerapkan aturan Lockdown
yang harus di patuhi oleh
Rakyat dengan tidak memberi
jaminan uang untuk kebutuhan
hidup sesuai di atur undang-
undang. Disaat itupula rezim
Menyelundupkan Wna China
Komunis ilegal secara masif
terus-menerus, para Wna China
Komunis ilegal ini di indikasikan adalah Para Tentara
merah dan Para intelijen China
Komunis. Sepertinya aparat
Kepolisian menutup mata
dalam hal ini, atau mungkin
malah membackingi

Kedaulatan Nkri dan Rakyat asli
pribumi, serta seluruh umat
beragama di Indonesia sudah di ambang ancaman kepunahan.

Pantauan VOA” (di dalam gambar).

Setelah ditelusuri, dalam situs media CNN tersebut tak ditemukan artikel berisi konten terkait WNA China membawa senjata api di bandara. Mengutip laman Jala Hoaks Pemerintah DKI Jakarta, narasi tersebut ternyata tidak benar alias hoaks.

Lalu, empat foto yang dipasang juga tak berkaitan dengan narasi yang beredar. Mengutip laman turnbackhoax, ditelusuri foto-foto tersebut satu persatu. Hasilnya, foto amunisi telah beredar sejak 3 September 2013.

Kemudian, foto senjata api berwarna coklat hitam juga telah beredar sejak 21 September 2011. Foto WNA China merupakan foto ilustrasi yang diunggah media Republika. Dalam caption foto dituliskan TKA asal China bekerja di pertambangan di Konawe, Sulawesi Tenggara. Terakhir, foto senjata api berwarna hitam telah digunakan media Merdekacom sejak 2012 pada artikel berjudul “Polda Metro Amankan 60 Senpi dan 200.248 Petasan”. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *