Viral Meme 1000 Santri Kudus Lemas Usai Jalani Rapid Test oleh Dokter Cina

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Beredar sebuah narasi foto keterangan artikel yang mencatut situs salah satu media swasta nasional mengklaim 1.000 santri di Kudus tak sadarkan diri usai jalani rapid test.

Informasi berasal dari akun Facebook Bambang Widy yang mengunggahnya pada Sabtu, 4 Juli 2020.
Adapun narasi dalam artikel tersebut adalah sebagai berikut:

Berita Lainnya

“lebih dari 1.000 santriawan dan santriawati di Kudus dalam keadaan lemah, sebagian tak sadarkan diri, setelah dilakukan Rapid Test Covid-19 oleh Tim Dokter Gabungan dari Rs. Indonesia dan Rs. Swasta dari China,”

“Tim Dokter dari China diketuai oleh Lie Kong Nyen, dan dari Indonesia oleh Ringgo Silalahi. Kini ke-2 Tim Dokter tersebut sedang dimintai keterangan oleh Menteri Kesehatan terkait kejadian tersebut,”

“KENAPA YG DISASAR PONDOK PESANTREN/UMAT ISLAM??? ADA APA??? Kita Umat*cuma bs ribut dimedsos, semenytara cina2 udah bergerak kepelosok2,” demikian bunyi narasi tersebut

Faktanya, tangkapan layar artikel tersebut hasil suntingan yang berupa kompilasi foto-foto dari berbagai peristiwa yang berbeda.

Atas persoalan tersebut Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kabupaten Kudus menyatakan bahwa kabar tersebut hoaks.

Sekretaris RMI PCNU Kabupaten Kudus Gus Khifni Nasif menyatakan kabar yang beredar di media sosial berlabel CNN Indonesia itu tidak benar. Menurut dia, di laman CNN Indonesia tidak ditemukan terkait berita tersebut.

“Fakta aslinya di lapangan RMI sendiri sudah memastikan rapid test untuk santri di Kudus berjalan aman dan lancar,” ujar Gus Khifni seperti keterangan dilansir dari laduni.id, Senin (6/7/20).

Ia menegaskan rapid test berjalan lancar tak satupun ditemui kendala.

“Mengenai rapid test santri memang ada, yang difasilitasi oleh Pemkab Kudus dan hasilnya aman-aman saja, tidak seperti kabar liar yang beredar. Meme itu hoaks yang beredar di media sosial,” lanjut Gus Khifni

Lebih lanjut dia menjelaskan, rapid test di Pendopo Kabupaten Kudus itu merupakan hasil kerjasama dari himpunan alumni-alumni pesantren, RMI dan Pemkab untuk memastikan santri bisa kembali ke pondok dalam kondisi baik.

Dikutip dari Antara, Puluhan santri asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang diberangkatkan ke pondok pesantrennya dengan difasilitasi pemerintah daerah setempat terlebih dahulu menjalani tes cepat Covid-19 dengan hasil nonreaktif virus corona jenis baru itu.

“Alhamdulillah dari 26 santri yang hendak diberangkatkan menuju pondok pesantrennya di Magelang, tidak ada yang reaktif corona,” kata Pelaksana Tugas Bupati Kudus M Hartopo di sela-sela pemberangkatan 26 santri ke pondok pesantrennya di halaman Pendopo Kabupaten Kudus.

Dirinya mengakui sebelum difasilitasi balik ke pondok pesantrenya, mereka juga dilakukan pemilahan untuk memastikan mereka bebas dari virus tersebut.

Surat keterangan bebas Covid-19 tersebut, tentunya menjadi bekal bagi mereka untuk kembali ke pondoknya. [rif]

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *